Tautan-tautan Akses

Putin: Ekonomi Rusia Tetap Kuat Meski Terkena Sanksi Barat


Warga Rusia di pusat perbelanjaan Moscow GUM di Moskow (foto: dok) Ekonomi Rusia terpukul akibat sanksi yang diterapkan negara-negara Barat.

Warga Rusia di pusat perbelanjaan Moscow GUM di Moskow (foto: dok) Ekonomi Rusia terpukul akibat sanksi yang diterapkan negara-negara Barat.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Kamis (16/4) kinerja ekonomi negaranya tetap kuat meskipun diberlakukannya sanksi Barat atas keterlibatan Rusia di Ukraina.

Presiden Vladimir Putin menggambarkan keadaan ekonomi Rusia yang menggembirakan hari Kamis (16/4), tetapi para ahli ekonomi mengatakan situasi ekonomi Rusia masih dibebani oleh harga minyak dunia yang rendah dan pengaruh sanksi Barat yang dikenakan terhadap Moskow karena intervensi dalam konflik Ukraina.

Putin mengatakan hal itu dalam acara tanya-jawab langsung di televisi Rusia, di mana ia menerima pertanyaan langsung dari warga Rusia.

Dalam acara acara selama empat jam, Presiden Putin mengatakan ekonomi Rusia bisa melangkah maju lagi dalam waktu kurang dari dua tahun. Itu lebih cepat dari taksiran Putin ketika Amerika dan negara-negara Eropa pertama kali mengumumkan sanksi tahun lalu. Bank sentral Rusia menduga ekonomi Rusia akan menyusut 4 persen tahun ini

"Nilai mata uang Rubel telah stabil dan menguat," kata Putin. "Para pakar yakin bahwa kita telah melewati masa paling sulit. Tidak ada krisis dan semuanya berjalan baik," katanya.

Putin berusaha memperkecil masalah pelarian modal yang keluar dari Rusia - diperkirakan mencapai lebih dari 100 miliar dolar tahun lalu, serta peningkatan inflasi dan pengangguran, dan mengatakan faktor-faktor itu tidak berpengaruh buruk bagi ekonomi Rusia.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan akan terjadi resesi di Rusia tahun ini, dan penurunan harga minyak mentah di pasar global merupakan penyebab utamanya, mengingat ekonomi Rusia sangat bergantung pada pendapatan dari ekspor minyak.

AS dan sekutu-sekutuya menjatuhkan sanksi terhadap Rusia tahun lalu menyusul aneksasi Rusia atas Semenanjung Krimea, Ukraina.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, Kamis, pada sebuah konperensi pers di Moskow bahwa Amerika dan sekutu-sekutu Baratnya telahbersikap keterlaluan dalam usaha membuat Ukraina berada dalam pengaruh Barat.

Ia mengatakan, pengaruh Barat terhadap Kyiv memicu aneksasi Rusia terhadap Semenanjung Krimea dan menimbulkan pemberontakan bersenjata di Ukraina timur. Rusia telah berulangkali membantah tudingan Barat bahwa negara itu mendukung para pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur dan menyuplai mereka dengan peralatan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG