Tautan-tautan Akses

Putin Bela Bantuan Militer Rusia untuk Suriah


Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia akan terus membantu pasukan Suriah melawan agresi teroris (foto: dok).

Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia akan terus membantu pasukan Suriah melawan agresi teroris (foto: dok).

Presiden Rusia Vladimir Putin Selasa (15/9) mengatakan Rusia akan terus membantu pasukan Presiden Bashar al-Assad dalam perang melawan agresi teroris di Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin membela dukungan militer negaranya untuk Suriah, dan hari Selasa (15/9) mengatakan Rusia akan terus membantu pasukan Presiden Bashar al-Assad dalam “perang melawan agresi teroris.”

Berbicara dalam konferensi keamanan regional di Tajikistan, Putin mengatakan Assad terbuka untuk bekerjasama dengan oposisi yang “sehat” di Suriah untuk mencari solusi politik atas konflik yang telah berlangsung selama empat setengah tahun, tapi fokus pertamanya haruslah mengatasi terorisme.

Assad secara rutin menggunakan kata “teroris” untuk menggambarkan pemberontak yang menentang pasukannya dalam perang yang telah berkembang semakin rumit dengan bertambahnya militan Negara Islam atau ISIS di sejumlah daerah yang luas di negara itu.

Putin juga menolak kecaman yang mengatakan keterlibatan Rusia di Suriah meningkatkan arus orang yang melarikan diri dari kawasan itu. Dia mengatakan tanpa dukungan Rusia di Suriah, situasinya akan semakin buruk dan arus pengungsi semakin besar.

Komentar Putin itu disampaikan sehari setelah Departemen Pertahanan Amerika mengukuhkan laporan bahwa Rusia tampaknya mendirikan sebuah pangkalan udara di Suriah.

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis memberitahu para wartawan hari Senin bahwa pergerakan personil Rusia dan peralatan ke daerah dekat kota pesisir Latakia itu “menunjukkan pembangunan pangkalan operasi.”

Berbagai kantor berita Barat sebelumnya hari Senin mengutip para pejabat Amerika yang tidak disebut yang mengatakan Rusia telah mengirim artileri dan tujuh tank T-90 ke lapangan udara Suriah di dekat Latakia.

Akhir pekan lalu, Pentagon mengatakan Rusia baru-baru ini mengirim 200 personel angkatan laut dan unit-unit rumah modular (rumah siap huni buatan pabrik) untuk 1.500 tentara ke Suriah, berikut artileri, pengontrol rudal jarak pendek dan sekitar selusin kendaraan lapis baja.

Duta Besar Suriah untuk Rusia, Riad Haddad, hari Senin menyebut pembicaraan tentang kehadiran pasukan Rusia di Suriah merupakan “kebohongan.”

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG