Tautan-tautan Akses

Putin Ajukan 'Rencana Perdamaian' di Ukraina Timur


Presiden Rusia Vladimir Putin saat melakukan kunjungan di Ulan Bator, Mongolia (3/9).

Presiden Rusia Vladimir Putin saat melakukan kunjungan di Ulan Bator, Mongolia (3/9).

Berbicara di Mongolia Rabu (3/9), Presiden Rusia Vladimir Putin mengajukan sebuah “rencana” bagi perdamaian di Ukraina timur.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengajukan apa yang disebutnya “rencana” bagi perdamaian di Ukraina timur di tengah sejumlah laporan berbeda tentang ada tidaknya gencatan senjata antara pasukan Ukraina dan separatis pro-Rusia.

Berbicara di Ulan Bator, ibukota Mongolia, Putin mengatakan baik pasukan Ukraina dan pemberontak sebaiknya menghentikan “operasi ofensif aktif” di kawasan Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur. Ia juga mengatakan pasukan Ukraina sebaiknya mundur ke titik di mana mereka tidak bisa menghantam wilayah padat penduduk dengan artileri dan senjata-senjata lain “yang ditembakkan serentak.”

Pemimpin Rusia itu juga mendesak “kontrol internasional yang menyeluruh dan obyektif” atas kepatuhan gencatan senjata, larangan penggunaan pesawat militer untuk menyerang kawasan-kawasan sipil, pertukaran tawanan tanpa syarat, dibukanya “jalur kemanusiaan” bagi arus pengungsi dan bantuan, serta kemungkinan pengiriman tim-tim untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Ukraina dan NATO mengatakan pasukan dan persenjataan Rusia telah melintasi perbatasan dalam beberapa hari ini, memukul mundur tentara Ukraina yang sebelumnya mendapat kemajuan dalam melawan pemberontak. NATO memperkirakan setidaknya ada 1.000 tentara Rusia di Ukraina. Rusia berulangkali membantah keberadaan militernya di sana.

Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk hari Rabu menyebut proposal Putin itu “omong kosong” untuk mendapat simpati dunia menjelang KTT NATO minggu ini di Wales, dan upaya menghindari sanksi-sanksi baru akibat tindakannya di Ukraina.

Dalam pernyataan, Yatsenyuk mengatakan Rusia telah mengabaikan ataupun melanggar semua kesepakatan terdahulu terkait konflik tersebut, dan rencana Putin sebenarnya adalah “menghancurkan Ukraina dan memulihkan kejayaan Uni Soviet dulu.”

Presiden Ukraina Petro Poroshenko hari Rabu berharap proses perdamaian akan segera bisa dimulai dalam perundingan putaran berikutnya antara Ukraina, Rusia dan Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa hari Jumat di Minsk, Belarus. Wakil pemberontak pro-Rusia menghadiri putaran sebelumnya di Minsk hari Senin.

XS
SM
MD
LG