Tautan-tautan Akses

Puncak Peringatan 60 Tahun KAA Berlangsung Meriah


Presiden Joko Widodo mengatakan, semangat KAA tahun ini masih sama dengan 60 tahun yang lalu, namun dengan tantangan yang berbeda.

Acara puncak peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung ini diawali dengan napak tilas atau historical walk dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka, yang diikuti oleh para pemimpin 109 negara Asia dan Afrika.

Para tamu delegasi kemudian mengikuti acara seremonial lainnya di dalam Gedung Merdeka. Beberapa acara tersebut antara lain pembacaan Dasa Sila Bandung oleh Walikota Ridwan Kamil, pembacaan pernyataan oleh perwakilan negara Asia dan Afrika, serta penandatanganan dokumen Bandung Message sebagai hasil dari pertemuan peringatan 60 tahun KAA.

Dalam pidato sambutannya, Presiden Joko Widodo mengatakan, semangat KAA tahun ini masih sama dengan 60 tahun yang lalu, namun dengan tantangan yang berbeda. Presiden Jokowi menambahkan, cita-cita Asia Afrika harus diraih melalui kerjasama secara sejajar dengan negara-negara lain.

Kepala negara dari 109 negara Asia dan Afrika dalam 'historical walk' dari Hotel Savoy Homann ke Gedung Merdeka di Bandung (24/4). (VOA/R. Teja Wulan)

Kepala negara dari 109 negara Asia dan Afrika dalam 'historical walk' dari Hotel Savoy Homann ke Gedung Merdeka di Bandung (24/4). (VOA/R. Teja Wulan)

“Oleh sebab itu, pada peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 ini, saya menyerukan, mari kita gelorakan kembali semangat Bandung. Mari kita lanjutkan perjuangan para pemimpin kita 60 tahun yang lalu. Kita harus meningkatkan saling pengertian dan mewujudkan perdamaian dunia. Segala bentuk kekerasan harus dihentikan. Kemerdekaan Palestina harus terus diperjuangkan," ujarnya.

"Selain itu, kita harus bahu membahu meningkatkan kemakmuran rakyat kita melalui kerjasama ekonomi dan perdagangan. Kita harus bahu membahu supaya bangsa kita sejajar dengan bangsa-bangsa maju di belahan dunia yang lain. Saya berharap, semangat Asia Afrika akan terus kita perjuangkan secara bersama-sama dan di masing-masing negara kita.”

Dalam pembacaan pernyataannya mewakili negara-negara Afrika, Perdana Menteri Zimbabwe, Robert Mugabe mengatakan, 60 tahun lalu, para pendahulu Asia Afrika berkumpul di Gedung Merdeka untuk menyuarakan ambisi untuk dunia baru yang penuh perdamaian dan keadilan.

"Deklarasi Bandung menyatakan bahwa semua negara harus memiliki hak yang sama untuk memilih sistem politik dan ekonominya sendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mereka masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, pernyataan yang mewakili negara-negara Asia dibacakan oleh Presiden Myanmar, Thein Sein. Di akhir acara seremonial, para perwakilan kepala negara Asia Afrika menandatangani dokumen Bandung Message sebagai hasil dari peringatan KAA ini.

Dokumen tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, Raja Swaziland Mswati III, dan Presiden China Xi Jinping. Bandung Message membahas tiga pilar kerjasama dan menegaskan kembali komitmen negara-negara Asia Afrika terhadap solidaritas dunia, perkembangan ekonomi, dan hubungan struktural.

Di dalam Bandung Message juga terdapat New Asian-African Strategic Partnership (NAASP). NAASP berisikan poin-poin kerja sama yang bisa dilakukan oleh negara-negara Asia-Afrika.

Setelah penandatanganan Bandung Message, sebagian kepala negara selanjutnya melaksanakan ibadah Salat Jumat di Masjid Raya Bandung yang berjarak sekitar 500 meter dari Gedung Merdeka. Sebagai penutup rangkaian acara, para kepala negara kemudian dijamu makan siang di Gedung Negara Pakuan yang merupakan rumah dinas Gubernur Jawa Barat.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG