Tautan-tautan Akses

Ratusan Ribu Orang Haiti Terancam Deportasi di Dominika


Seorang Haiti diambil fotonya saat mendaftar sebagai penduduk sah di Santo Domingo, Domika, Selasa (16/6).

Seorang Haiti diambil fotonya saat mendaftar sebagai penduduk sah di Santo Domingo, Domika, Selasa (16/6).

Ratusan ribu orang Haiti atau keturunan Haiti menunggu dengan cemas dalam antrean panjang di seluruh Republik Dominika, untuk mendaftar sebagai penduduk sah di sana hari Rabu (17/6).

Orang-orang Haiti atau keturunan Haiti tersebut ingin mendaftarkan diri untuk menjadi penduduk sah Republik Dominika, sebelum batas waktu tengah malam dan menghindari kemungkinan deportasi.

Banyak dari mereka menunggu sejak malam sebelumnya, bermodalkan dokumen yang mereka harap akan cukup untuk mengesahkan status dan memungkinkan mereka tinggal di negara itu, yang bagi sebagian adalah satu-satunya negara yang mereka kenal sejauh ini. Hampir semua dari Haiti atau keturunan Haiti.

Program pendaftaran imigrasi, yang seharusnya dimulai tahun 2004, dimulai Juni tahun lalu. Mereka yang bukan warganegara harus menunjukkan bahwa mereka telah tinggal di negara itu sejak sebelum Oktober 2011 guna memenuhi syarat sah menetap.

Undang-undang itu untuk mengatur arus migran besar-besaran dari Haiti yang miskin ke Republik Dominika yang lebih makmur. Pemerintah mengajukan undang-undang itu tahun lalu walau masyarakat internasional mengecam keputusan Mahkamah Agung yang menyimpulkan bahwa orang yang lahir di negara itu dari pasangan yang bukan warga negara, tidak berhak atas kewarganegaraan berdasar Konstitusi.

Keputusan MA Dominika tersebut menyebabkan ribuan orang efektif tanpa kewarganegaraan. Pemerintah mengatakan, mereka akan diberi kewarganegaraan di bawah program yang berbeda.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan ada sekitar 500 ribu orang yang mungkin berhak menetap berdasar program itu. Sejauh ini, sekitar 250 ribu orang sudah mendaftar, tetapi pejabat-pejabat mengatakan hanya sekitar 10 ribu yang menunjukkan dokumentasi yang cukup.

Organisasi HAM khawatir, petugas-petugas migrasi dan militer akan mendeportasi orang sewenang-wenang jika mereka tampak orang Haiti atau berbicara bahasa Spanyol dengan aksen Creole seperti telah dilakukan di masa lalu.

XS
SM
MD
LG