Tautan-tautan Akses

Puluhan Ribu Muslim Hidup Sengsara di Tempat Pengungsian di Myanmar


Utusan baru PBB untuk urusan HAM di Myanmar Yanghee Lee

Utusan baru PBB untuk urusan HAM di Myanmar Yanghee Lee

Utusan baru PBB untuk urusan HAM di Myanmar Yanghee Lee mengemukakan, tempat-tempat penampungan yang dihuni puluhan ribu Muslim yang tidak mempunyai tempat tinggal di negeri itu menyedihkan.

Keterangan ini diucapkannya kepada wartawan di Yangon hari Sabtu, hari terakhir lawatan resminya pertama selama sepuluh hari di Myanmar. Ia mengatakan, banyak Muslim di tempat penampungan itu tidak mendapat layanan yang mendasar.

Yanghee Lee juga mengatakan, ia mendapat laporan yang memilukan bahwa ada yang meninggal karena tidak mendapat layanan medis darurat atau perawatan menangkal penyakit yang dapat dicegah. Muslim, katanya, mendapat perlakuan diskriminasi, termasuk pembatasan akses ke makanan, air, sekolah, dan di mana mereka boleh tinggal.

Yanghee Lee mengingatkan, Myanmar bisa mengalami kemunduran dari perbaikan yang dicapainya belakangan ini di bidang HAM dan kebebasan berpolitik. Jika tidak dicegah, katanya, itu dapat merongrong upaya Myanmar untuk menjadi anggota masyarakat dunia yang bertanggungjawab.

Kekerasan yang terkadang mematikan antara masyarakat Budhis yang mayoritas dan Muslim yang minoritas di Myanmar telah memaksa sekitar 40 ribu Muslim meninggalkan rumah-rumah mereka dan tinggal di tempat penampungan tersebut.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG