Tautan-tautan Akses

Puluhan Luka-luka dalam Serangan di Konsulat Jerman, Afghanistan


Pejuang Taliban di Afghanistan terlihat memanggul senjata di distrik Shindand, provinsi Herat, Afghanistan, Mei 2016.

Pejuang Taliban di Afghanistan terlihat memanggul senjata di distrik Shindand, provinsi Herat, Afghanistan, Mei 2016.

Taliban mengatakan serangan itu adalah "serangan balasan" terhadap serangan udara awal bulan ini di provinsi Kunduz dekat Mazar-i-Sharif.

Para pejuang Taliban di Afghanistan utara merusak parah Konsulat Jerman di Mazar-i-Sharif dengan serangan-serangan bom bunuh diri, Kamis malam (10/11), dan merangsek ke dalam gedung dalam adu tembak secara sengit selama berjam-jam.

Pasukan NATO dan pasukan keamanan Afghanistan mengatakan, mereka sudah menguasai konsulat dan bersiap-siap untuk mengevakuasi staf di sana. Operasi diperpanjang karena kekhawatiran penyerang mungkin menanam banyak bom di dalam gedung konsulat.

Mazar-i-Sharif adalah salah satu kota besar Afghanistan. Ledakan awal di luar konsulat berasal dari ledakan bom truk yang merobek penghalang di sekitar konsulat, menggetarkan bangunan dan memecahkan jendela di wilayah yang luas.

Hanya ada perkiraan korban tidak resmi hari Jumat pagi, dari seorang dokter di sebuah rumah sakit di Mazar-i-Sharif yang mengatakan sedikitnya dua orang tewas dan lebih dari 100 luka-luka.

Pihak berwenang Afghanistan mengatakan, mereka menutup kawasan di sekitar kompleks diplomatik itu. Laporan dari tempat kejadian mengatakan, helikopter NATO memantau pertempuran dari atas.

Taliban mengatakan serangan itu adalah "serangan balasan" terhadap serangan udara awal bulan ini di provinsi Kunduz dekat Mazar-i-Sharif. Taliban mengatakan, serangan udara yang dilakukan pesawat tempur AS itu menewaskan 32 warga sipil, termasuk sejumlah anak-anak. [ps/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG