Tautan-tautan Akses

Puing-Puing Tsunami Jepang Bergerak Lebih Cepat Menuju Samudera Pasifik

  • Steve Herman

Kapal latih Rusia, STS Pallada, menemukan berbagai puing-puing sampah akibat tsunami Jepang, dalam perjalanan dari Honolulu ke Vladivostok (foto:dok).

Kapal latih Rusia, STS Pallada, menemukan berbagai puing-puing sampah akibat tsunami Jepang, dalam perjalanan dari Honolulu ke Vladivostok (foto:dok).

Sejumlah besar puing-puing dari tsunami yang melanda wilayah pantai timur Jepang lebih dari delapan bulan lalu tampaknya hanyut lebih cepat dari yang diperkirakan kearah timur , Samudra Pasifik.

Kumpulan puing-puing berbahaya dari tsunami yang terjadi tanggal 11 Maret di Jepang, diperkirakan akan mencapai Pulau Midway, di tengah lautan Pasifik bulan Desember atau Januari mendatang.

Perkiraan itu berasal dari International Pacific Research Center, Universitas Hawaii. Para ilmuwan memperbarui perkiraan mereka setelah beberapa ton puing terapung terlihat dari sebuah kapal Rusia di sekitar Pulau Midway, akhir September lalu.

Nikolai Maximenko, peneliti senior International Pacific Research Center adalah salah seorang yang menumpang kapal itu. Dia dan mitranya, Jan Hafner, seorang programer sains dari pusat penelitian itu mendapati, puing-puing tsunami tersebut bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan.

Ia mengatakan, “Tentu saja, potongan-potongan yang paling cepat bergerak adalah yang ringan. Potongan-potongan yang mengambang di air seperti botol-botol kosong, botol plastik, styrofoam atau mungkin puing-puing dari kayu. Dan itu kurang lebih sebagai pertanda bagi penduduk Midway bahwa puing-puing yang lebih besar akan segera sampai.”

Ahli-ahli kelautan mengatakan potongan terbesar berpotensi mengganggu pelayaran, kehidupan laut seperti anjing laut langka di Hawai, terumbu karang, pantai-pantai dan fasilitas di pulau tersebut yang merupakan Situs Warisan Dunia, yang ditentukan oleh badan PBB urusan pendidikan dan kebudayaan atau UNESCO.

Awak kapal Rusia melihat perahu nelayan asal Fukushima, peralatan rumah, puing-puing kayu dari rumah yang hancur dan berbagai barang-barang berat lainnya. Mungkin ada juga bahan-bahan beracun karena keseluruhan wilayah pantai Jepang disapu tsunami.

Para peneliti mengatakan ada kesalahpahaman secara umum bahwa puing-puing itu terkumpul pada satu wilayah, yang akan mudah dilacak lewat satelit di ruang angkasa atau alat pelacak lainnya. Namun, para ahli kelautan memperkirakan puing-puing itu menempati kawasan seluas 6.6 juta kilometer persegi.

Pejabat-pejabat instansi yang bertanggungjawab terhadap lingkungan Samudra Pasifik mengatakan masih berjuang keras untuk merumuskan rencana mitigasi setelah mengetahui sebagian puing-puing tersebut mungkin terdampar di pantai-pantai kepulauan Hawai bagian barat sekitar Maret 2012.

Tsunami tersebut dipicu gempa berkekuatan 9 pada skala Richter di lepas pantai timur laut Jepang tanggal 11 Maret lalu.

XS
SM
MD
LG