Tautan-tautan Akses

Puing Pesawat EgyptAir Ditemukan di Laut Tengah


Pesawat EgyptAir di terminal bandara Heathrow, London. (Reuters/Yannis Behrakis)

Pesawat EgyptAir di terminal bandara Heathrow, London. (Reuters/Yannis Behrakis)

Pengumuman Mesir, hari Rabu malam, bahwa puing pesawat telah ditemukan jauh di dasar Laut Tengah, akan mengakhiri penantian mereka.

Nasser Hammad, yang sedang menuju Mesir untuk berlibur bersama keluarganya hilang tanpa jejak bulan lalu, ketika pesawat EgyptAir dengan nomor penerbangan 804 jatuh di Laut Tengah dalam penerbangan dari Paris ke Kairo.

Penemuan reruntuhan pesawat itu di dasar laut telah membawa harapan, bahwa penyebab hilangnya jet itu secara misterius, beserta ke- 66 penumpang dan awaknya, akhirnya akan terungkap.

Tarek, saudara laki-laki Hammad mengatakan dalam sebuah wawancara telepon, "Kami bahkan belum dapat membuktikan bahwa ia meninggal, supaya kami bisa mengurus surat-surat dan dokumen yang berkaitan bagi keluarga dan lima anaknya."

Kerabat dan teman-teman korban lainnya juga menyatakan rasa frustrasi mereka karena kurangnya informasi, tetapi pengumuman Mesir, hari Rabu malam (15/6), bahwa puing pesawat telah ditemukan jauh di dasar Laut Tengah, akan mengakhiri penantian mereka.

Sebuah kapal pencari dengan kemampuan pencarian di laut yang dalam melihat "beberapa lokasi utama" puing-puing pesawat itu dan memotretnya, kata komisi penyelidik hilangnya pesawat Airbus A320 itu di Mesir.

Kapal Inggris M.V. John Lethridge, yang memiliki kemampuan mencari di kedalaman air hingga 6.000 meter, membawa sejumlah pakar untuk memetakan lokasi puing-puing itu, kata para pejabat. Kapal seberat 1850 ton milik perusahaan Global Marine Systems, yang berkantor di Inggris itu berlayar di bawah bendera Panama.

Para pejabat Mesir mengatakan, mereka sedang mempersiapkan untuk segera mengambil reruntuhan, khususnya perekam penerbangan jet, untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat pada 19 Mei. Penyebabnya belum diketahui, apakah kecelakaan atau serangan teroris.

Data jet dan perekam suara dilengkapi dengan pemancar bertenaga baterai untuk membimbing pencari, tetapi ada kekhawatiran sinyal dari kedua kotak hitam itu akan berhenti memancar kira-kira tanggal 24 Juni.

Untuk mengambil peralatan itu dari kedalaman 3000 meter peneliti berharap dapat melacak suara "ping" sampai beberapa meter dari lokasi kedua alat perekam tadi. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG