Tautan-tautan Akses

Puasa Ramadan bagi Kadet Muslim Angkatan Udara AS


President Obama menghadiri upacara wisuda para kadet di Akademi Angkata Udara AS di Colorado (foto: dok). Kadet muslim AS harus menjalani latihan fisik keras setiap hari.

President Obama menghadiri upacara wisuda para kadet di Akademi Angkata Udara AS di Colorado (foto: dok). Kadet muslim AS harus menjalani latihan fisik keras setiap hari.

Bagaimana belasan kadet Muslim di Akademi Angkatan Udara Amerika di Colorado menjalani puasa dengan latihan fisik keras setiap hari di tengah udara yang terik dan panas?

Belasan kadet Muslim di Akademi Angkatan Udara Amerika di Colorado, sholat magrib setelah mereka membuka sepatu bot dan wudhu dengan air dari botol minum di kampus mereka. Mereka memasuki sebuah tenda yang dipakai sebagai tempat bersembahyang bagi Muslim di Jack Valley.

Ini bukanlah Ramadhan biasa bagi Jemaah sholat magrib yang dipimpin Imam Mohamed Jodeh. Meskipun Muslim di seluruh dunia menjalankan puasanya mulai dari matahari terbit hingga tenggelam, tetapi para kadet ini makan sebelum waktu maghrib.

Seorang kadet keturunan Tunisia, Mohammed Gallala mengatakan, sejak duduk di bangku SMA, ia tidak pernah satu haripun luput berpuasa selama bulan Ramadan.
Tapi para kadet itu harus makan selama menjalani latihan fisik. Perut kosong bisa menjadi penghalang bagi mereka.

Imam Jodeh, yang menjadi penghubung antara warga Muslim di Akademi Angkatan Udara dan para rohaniwan di sana, menawarkan pemecahan masalah itu dengan mengeluarkan sebuah fatwa, atau keputusan ulama yang menetapkan bahwa kadet dianggap sebagai musafir atau orang yang sedang bepergian, selama mereka menjalani latihan fisik di Jack Valley.

“Seorang musafir boleh menunda puasa, tapi ia harus menggantinya setelah bulan Ramadan berakhir”, kata Jodeh. "para kadet itu dianggap musafir, karena Akademi itu bukan rumah mereka, maka mereka punya hak untuk memperpendek rakaat sembahyang dan tidak berpuasa”.

Setelah sholat magrib, Jodeh berbicara kepada para kadet tentang pentingnya gerakan-gerakan sholat.

“Di dalam agama Islam, ada makna dan alasan untuk segala sesuatu”, jelasnya, memeragakan posisi tangan yang tepat ketika bersembahyang. "Pada waktu kita memberi hormat, bagaimana kita melakukannya? Gerakannya seragam. Kita memuja Allah mahabesar, dan kita menghormati kiblat dengan mengangkat kedua tangan kita setinggi bahu kita”.

Kadet Omar Obeidat mengatakan, para perwira pelatih di Akademi itu juga bekerja dengan para kadet untuk mengatur jadwal sholat hari itu.

"Kita harus mengaturnya dengan para pelatih , dan kita hanya diberi waktu 5 menit tiap kali sholat”, kata Obeidat, asal Irbid, Jordania”.

Mayor Darren Duncan, rohaniwan militer setempat mengatakan, memenuhi gurus keperluan keagamaan dan spiritual para kadet bermanfaat untuk pembangunan watak mereka.

“Konsep kami adalah membangun watak pemimpin melalui pembentukan spiritual," kata Duncan.

"Ini merupakan dukungan keagamaan bagi siapapun untuk semua hari besar: Ramadan, Kwanzaa bagi warga Afrika Barat, dan Hanukah bagi Yahudi”.

Kadet di kelas yang lebih tinggi juga mendapat akses ke jadwal ibadah biasa, dan bagi mereka yang sedang menjalani latihan lapangan, juga dapat membicarakannya dengan rohaniwan militer untuk mengatur waktu ibadah mereka, kata Duncan. Bulan Ramadan akan berakhir sekitar tanggal 7 Agustus.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG