Tautan-tautan Akses

Protes Berlanjut Jelang Grand Prix Bahrain


Bocah-bocah di jalanan Manama berlari membawa bendera Bahrain, Sabtu. Di belakang mereka, terlihat slogan-slogan anti-F1.

Bocah-bocah di jalanan Manama berlari membawa bendera Bahrain, Sabtu. Di belakang mereka, terlihat slogan-slogan anti-F1.

Demonstrasi berlanjut di Manama, Sabtu (21/4), setelah kerusuhan hari sebelumnya menelan seorang korban jiwa.

Pasukan keamanan di Manama, ibukota Bahrain, menghadapi pemrotes sementara ketegangan terus meningkat menjelang Grand Prix Formula Satu (F1) pada hari Minggu.

Demonstran di pinggiran kota melemparkan bom Molotov ke arah polisi yang membalas dengan menembakkan gas air mata. Pemrotes anti-pemerintah menyerukan penyelenggaraan protes pada hari-hari menjelang balapan, dan pada hari Jumat unjuk rasa ini berubah menjadi kekerasan. Demonstran menuntut sebuah pemerintahan terpilih dan hak-hak yang setara.

Pada hari Sabtu, Raja Hamad bin Isa al-Khalifa mengatakan ia ingin “memperjelas komitmen pribadi bagi reformasi dan rekonsiliasi.” Tetapi, protes yang dipimpin kelompok Shiah ini semakin intensif ketika penguasa Sunni menegaskan akan tetap melangsung Grand Prix.

Pemrotes menuduh pasukan keamanan bertanggung jawab atas kematian seorang laki-laki yang mayatnya ditemukan Sabtu di sebuah atap bangunan. Menteri Dalam Negeri Bahrain mengatakan pemerintah sedang menyelidiki kematian tersebut.

Kelompok oposisi utama, al-Wefaq, mengatakan korban yang tewas bernama Salah Abbas Habib. Kementerian mengatakan laki-laki tersebut tampaknya meninggal dalam suasana yang mencurigakan.

Pemakaman Habib kemungkinan diselenggarakan Minggu saat keluarga menjemput mayatnya. Grand Prix di Manama, berlangsung pada hari yang sama.
XS
SM
MD
LG