Tautan-tautan Akses

Protes di Tiongkok dan Filipina Mengenai Laut Cina Selatan

  • Shannon Van Sant

Salah satu pulau di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan yang dipersengketakan Tiongkok dan Filipina (foto: dok.)

Salah satu pulau di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan yang dipersengketakan Tiongkok dan Filipina (foto: dok.)

Para aktivis yang menentang klaim teritorial oleh Tiongkok di Laut China Selatan berpawai ke arah Kedutaan Tiongkok di Manila hari Jumat yang semakin meningkatkan ketegangan sengketa teritorial kedua negara itu.

Pulau Huangyan adalah sebuah tanah berbatu terletak sekitar 220 kilometer dari Luzon, Filipina. Ketegangan di kawasan ini meningkat pada tanggal 10 April ketika Filipina menuduh kapal-kapal Tiongkok secara ilegal menangkap ikan di wilayah Filipina. Tiongkok telah lama mengklaim kedaulatan atas kepulauan itu, yang di Filipina namanya Shoal Scarborough.

Pada hari Jumat, juru bicara kementerian luar negeri Hong Lei menyalahkan Filipina atas meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Hong Lei mengatakan pihak Filipina mendorong warganya untuk mengadakan protes anti - Tiongkok, tindakan yang menurutnya merumitkan dan membesar-besarkan situasi itu.

Ia mengatakan Tiongkok menaruh perhatian besar atas keselamatan warganya di Filipina dan telah menuntut pihak Filipina mengambil tindakan efektif untuk sungguh-sungguh melindungi keselamatan warga dan institusi Tiongkok di Filipina.

Sengketa ini telah menjadi isu kebanggaan nasional bagi sebagian orang Tiongkok. Berbagai kelompok kecil demonstran berpawai di depan kedutaan Filipina di Beijing, hari Jumat.

Salah seorang demonstran mengatakan, bahwa ia yakin Pulau Huayuan tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari Tiongkok. Ia berharap pemerintah Filipina tidak membuat hal ini sebagai alasan bagi hubungan buruk.

Protes di Manila jauh lebih besar, di mana ratusan orang demo di depan kedutaan Tiongkok. Banyak yang membawa plakat bertuliskan "Tiongkok, Mundur!"

Emma Hizon adalah salah seorang penyelenggara protes tersebut. Ia mengatakan, "Tujuan utama aksi protes ini adalah untuk mengundang perhatian komunitas internasional sehubungan dengan penyusupan yang berkelanjutan oleh Pemerintah Tiongkok di wilayah beting Panatag (Scarborough) yang kami sangat percaya merupakan bagian wilayah Filipina."

Krisis itu pada bulan April memburuk ketika Tiongkok mengirim dua kapal pengintai maritim mencegah upaya Filipina untuk menangkap nelayan Tiongkok dari Pulau Huangyan. Sebuah kapal pengawal pantai Filipina saat ini sedang berhadapan dengan kedua kapal Tiongkok tersebut.

Beberapa negara mengklaim sejumlah wilayah dari Laut Cina Selatan, termasuk Vietnam, Brunei, Malaysia dan Taiwan. Laut China Selatan merupakan jalur perdagangan strategis penting dan berpotensi menjadi sumber minyak dan gas alam, di wilayah tersebut.

Kelompok-kelompok warga di Filipina mengatakan mereka berencana melakukan aksi protes lebih banyak di luar gedung perwakilan Tiongkok di New York, Singapura dan Roma.
XS
SM
MD
LG