Tautan-tautan Akses

Protes Film Anti-Islam Terus Merebak, Pembuat Film Kecam Demonstran


Para demonstran membakar bendera AS dalam aksi protes di Lebanon utara (14/9) yang menewaskan sedikitnya 1 orang dan 25 lainnya luka-luka.

Para demonstran membakar bendera AS dalam aksi protes di Lebanon utara (14/9) yang menewaskan sedikitnya 1 orang dan 25 lainnya luka-luka.

Protes-protes hari ke-empat merebak di seluruh dunia Muslim hari Jumat, di mana kemarahan terus membesar karena sebuah video anti-Islam yang dimuat di Internet.

Dari Tunisia sampai Mesir, dan dari Sudan sampai Yaman, para pemrotes mengepung kedutaan besar Amerika dan sekutu-sekutunya.

Para demonstran mengutuk video itu dan mereka yang dianggap tidak cukup berbuat untuk menghentikannya. Dilaporkan sedikitnya dua orang tewas.

Sebagian demonstrasi yang paling sengit hari Jumat terjadi di ibukota Sudan, di mana massa yang marah bentrok dengan polisi setelah mendatangi kedutaan besar Amerika, Inggris, dan Jerman. Para saksi mata mengatakan sedikitnya satu orang tewas di luar kedutaan besar Amerika.

Sedikitnya satu orang tewas dalam protes di Lebanon utara yang juga melukai 25 orang lainnya.

Para demonstran juga menyerang kedutaan besar Amerika di Tunis dan melakukan pembakaran.

Ribuan warga Bangladesh melakukan aksi unjuk rasa memprotes film anti Islam di Dhaka (14/9).

Ribuan warga Bangladesh melakukan aksi unjuk rasa memprotes film anti Islam di Dhaka (14/9).

Sementara itu, seorang pria yang mengatakan berada di balik pembuatan film yang memicu demonstrasi di dunia Muslim mengecam para pengunjuk rasa.

Dalam sebuah wawancara dengan Radio Sawa yang didanai pemerintah Amerika, sutradara film tersebut mengatakan sesama warga Arab "harus belajar berunjuk rasa secara damai mengenai isu-isu yang tidak disetujui."

Dia mengatakan setiap tuduhan bahwa pemerintah Amerika terlibat dalam pembuatan film itu adalah "lucu dan konyol" dan "Amerika sama sekali tidak punya kaitan dengan film itu."

Radio Sawa mengatakan pria itu tidak mau mengukuhkan jatidirinya tapi sebuah sumber yang memberikan informasi mengidentifikasi pria itu sebagai Nakoula Basseley Nakoula.

Beberapa lembaga berita telah menghubungkan film yang menimbulkan kemarahan berjudul "The Innocence of Muslims" itu dengan Nakoula, warga berusia 55 tahun dan beragama Kristen Koptik yang tinggal di California dan baru-baru ini menjalani hukuman penjara karena penipuan bank.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG