Tautan-tautan Akses

Protes Proyek Jalur Kereta Api di China, 38 Warga Sipil Terluka


Para pekerja tengah beristirahat di dekat rel kereta api di stasiun Lhasa, Tibet, China (Foto: dok). Lebih dari 100 pengunjuk rasa menyerang polisi dan membakar kendaraan di kabupaten Linshui di propinsi Sichuan, Sabtu (16/5), memprotes rencana proyek jalur kereta api.

Para pekerja tengah beristirahat di dekat rel kereta api di stasiun Lhasa, Tibet, China (Foto: dok). Lebih dari 100 pengunjuk rasa menyerang polisi dan membakar kendaraan di kabupaten Linshui di propinsi Sichuan, Sabtu (16/5), memprotes rencana proyek jalur kereta api.

Pemerintah kabupaten Linshui di propinsi Sichuan mengatakan lebih dari 100 pengunjuk rasa menyerang polisi dan membakar kendaraan hari Sabtu (16/5), memprotes proyek jalur kereta api.

Pihak berwenang mengatakan 38 warga sipil dan lebih dari 30 polisi terluka di China barat daya, selama berlangsung protes akhir pekan, yang dilakukan oleh warga yang khawatir proyek jalur kereta api yang telah direncanakan, tidak akan melewati kota mereka yang terpencil.

Dalam sebuah pernyataan hari Senin (18/5), pemerintah kabupaten Linshui di propinsi Sichuan mengatakan lebih dari 100 pengunjuk rasa menyerang polisi dan membakar kendaraan hari Sabtu (16/5). 40 orang ditangkap saat itu, dan 20 orang lagi ditahan hari Minggu (17/5), ketika masyarakat kembali berkumpul. Belum jelas apakah ke-60 orang tersebut ditahan atau dibebaskan.

Para demonstran menuntut agar kereta api melalui kota mereka, menekankan bahwa kota itu sangat membutuhkan jalur rel kereta api yang pertama. Mereka telah mendengar laporan bahwa jalur rel itu akan mengambil rute lain. Pemerintah kabupaten, hari Senin, mengatakan, rute tersebut belum ditetapkan dan bahwa keinginan warga kota itu akan dipertimbangkan.

XS
SM
MD
LG