Tautan-tautan Akses

Protes Menentang THAAD Kembali Digelar di Seoul


Seorang warga di sebuah kota Korea Selatan pedesaan meneriakkan slogan untuk memprotes rencana AS untuk menggelar sistem pertahanan rudal canggih yang disebut Terminal Tinggi Altitude Lokasi Pertahanan, (THAAD), di lingkungan mereka, di Seoul, Korea Selatan, 5 Oktober 2016. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Seorang warga di sebuah kota Korea Selatan pedesaan meneriakkan slogan untuk memprotes rencana AS untuk menggelar sistem pertahanan rudal canggih yang disebut Terminal Tinggi Altitude Lokasi Pertahanan, (THAAD), di lingkungan mereka, di Seoul, Korea Selatan, 5 Oktober 2016. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Protes menentang penempatan THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) telah memaksa pemerintah Korea Selatan memindahkan lokasi sistem pertahahan misil itu sehingga jauh dari sebuah kawasan di kabupaten Seongju.

Ratusan warga Korea Selatan, yang tinggal dekat lokasi di mana sistem pertahanan misil Amerika THAAD menurut rencana akan ditempatkan, menggelar aksi protes di Seoul, Rabu.

Walikota Gimcheon Park Bo-saeng mengatakan kepada para demonstran, ia telah meminta para pemimpin propinsi dan para pejabat kementerian pertahanan untuk membatalkan penempatan sistem pertahanan misil itu, namun permohonannya itu tidak didengar.

Protes menentang penempatan THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) telah memaksa pemerintah Korea Selatan memindahkan lokasi sistem pertahahan misil itu sehingga jauh dari sebuah kawasan di kabupaten Seongjuyang jaraknya hanya 1,5 kilometer dari kawasan permukiman.

Lokasi baru, yang ditetapkan September lalu, adalah lapangan golf bernama Lotte Skyhill Country Club. Lapangan golf itu merupakan kawasan pedesaan di Kabupaten Seongju, yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari Gimcheon, di ujung selatan Semenanjung Korea.

Jumlah demonstran anti-THAAD yang datang ke Seoul, Rabu, jauh lebih sedikit dibanding jumlah peserta aksi protes yang digelar Juli lalu. Ketika itu sekitar 5000 orang diperkirakan hadir.

Banyak demonstran marah karena keputusan penempatan THAAD dibuat secara tiba-tiba dan tanpa masukan dari masyarakat setempat. Banyak warga juga khawatir terpapar radiasi eletromagnetik yang dipancarkan radar sistem itu bisa mengakibat gangguan kesehatan serius dan mengontaminasi produk-produk pertanian. [ab/as]

XS
SM
MD
LG