Tautan-tautan Akses

AS

Protes Kartu Nabi Muhammad Berakhir Tanpa Insiden


Anggota Islamic Community Center, bersama Ilyas Wadood (kanan) di luar sebuah pusat komunitas di negara bagian Arizona, Phoenix, Arizona, 29 Mei 2015 (foto: REUTERS/Nancy Wiechec).

Anggota Islamic Community Center, bersama Ilyas Wadood (kanan) di luar sebuah pusat komunitas di negara bagian Arizona, Phoenix, Arizona, 29 Mei 2015 (foto: REUTERS/Nancy Wiechec).

Penyelenggara kontes, yang dikhawatirkan polisi membawa senjata, mengatakan acara itu merupakan tanggapan terhadap sebuah insiden awal bulan ini dimana dua laki-laki bersenjata menembaki sebuah kontes serupa di Texas.

Polisi Phoenix hari Jumat (29/5) bekerja keras memisahkan demonstran anti-Islam dengan demonstran yang membela hak-hak keagamaan mereka di luar sebuah pusat komunitas di negara bagian Arizona.

Demonstrasi di Phoenix merupakan protes terhadap kontes menggambar kartun Nabi Muhammad SAW dan berakhir tanpa aksi kekerasan atau penangkapan.

Penyelenggara kontes, yang dikhawatirkan polisi membawa senjata, mengatakan acara itu merupakan tanggapan terhadap sebuah insiden awal bulan ini dimana dua laki-laki bersenjata menembaki sebuah kontes serupa di Texas.

Kedua laki-laki bersenjata itu tewas setelah baku tembak singkat. Sementara seorang polisi luka-luka. Salah seorang laki-laki bersenjata itu diketahui sering bersembahyang di masjid di Phoenix Utara, dimana kontes itu berlangsung hari Jumat.

“Ronde 2!!!” – demikian pernyataan Jon Ritzheimer penyelenggara kontes itu akun Facebook acara itu. Mantan marinir itu mengatakan kontes itu akan berlangsung damai, tetapi menyerukan para peserta untuk membawa senjata untuk berjaga-jaga jika terjadi serangan. “Orang-orang juga didorong untuk menggunakan hak Amandemen Kedua Konstitusi Amerika dalam acara ini, jika Amandemen Pertama mendapat serangan” – ujar Ritzheimer.

Insiden penembakan terhadap tempat penyelenggaraan kontes menggambar kartun awal bulan ini diklaim sebagai tindakan kelompok ISIS, yang telah menyatakan kekhalifahan di sebagian Iran dan Suriah. Namun beberapa pakar mempertanyakan klaim tersebut dan pihak berwenang tidak menemukan kaitan antara kedua laki-laki bersenjata itu dengan organisasi ekstrimis tersebut.

Penyelenggara kontes di Texas mendesak agar kartun Nabi Muhammad SAW yang memenangkan kontes itu dipasang di stasiun-stasiun kereta api dan bis di seluruh Washington DC.

Dewan yang mengurusi sistem kereta api bawah tanah di Washington DC memutuskan untuk berhenti memasang iklan bernuansa itu pada kereta api dan bis.

XS
SM
MD
LG