Tautan-tautan Akses

Protes di Eropa Tolak Perjanjian Perdagangan Lintas Atlantik


Ribuan demonstran melakukan unjuk rasa di Brussels, Belgia untuk memrotes TTIP dan CETA hari Selasa (20/9). Demonstrasi yang sama dilakukan di Jerman pekan sebelumnya.

Ribuan demonstran melakukan unjuk rasa di Brussels, Belgia untuk memrotes TTIP dan CETA hari Selasa (20/9). Demonstrasi yang sama dilakukan di Jerman pekan sebelumnya.

Ribuan demonstran berkumpul di Brussels, Belgia hari Selasa (20/9) memrotes rencana kesepakatan perdagangan Uni Eropa dengan Amerika dan Kanada. Protes serupa dilakukan pekan lalu di Jerman.

Anggota serikat buruh, pegiat lingkungan, pegiat HAM, kelompok-kelompok petani, dan warga biasa membuat lalu lintas macet total di ibu kota Belgia selagi mengecam kesepakatan itu, yang menurut mereka akan merugikan para pekerja dan menguntungkan perusahaan-perusahaan besar.

Para demonstran di Eropa berharap membujuk para legislator agar memberikan suara menolak dua perjanjian perdagangan: Kemitraan Perdagangan dan Investasi Lintas Atlantik (TTIP) dan Perjanjian Ekonomi dan Perdagangan Komprehensif (CETA).

Mark Brady, jurubicara organisasi lingkungan Greenpeace Eropa mengatakan, "Kami menentang perjanjian perdagangan itu karena keduanya adalah ancaman terhadap regulasi lingkungan, kesehatan, tenaga kerja, dan memberikan wewenang terlalu besar kepada perusahaan-perusahaan multinasional.”

Sekitar 200 orang berunjuk rasa menentang perjanjian itu di beberapa kota di Jerman Sabtu yang lalu.

Seorang pakar teknologi komunikasi mengatakan, yang dikhawatirkan adalah bahwa semua norma lingkungan dan norma-norma yang menyangkut perlindungan kesehatan warga akan hancur demi memperoleh keuntungan finansial.

Banyak warga Eropa juga khawatir dan curiga bahwa produk pertanian yang telah mengalami modifikasi genetika untuk jangka panjang akan merusak kesehatan, dan perjanjian perdagangan Lintas Atlantik akan memaksakan standar kesehatan Amerika, termasuk produk pertanian yang telah mengalami modifikasi genetika, kepada pemerintah negara-negara Eropa dan kepada konsumen Eropa, kata Klaus Larres, profesor Hubungan Internasional Universitas North Carolina, yang berbicara dengan VOA melalui Skype.

Pendukung perjanjian itu mengatakan bahwa protes terjadi karena banyak salah informasi.

Luisa Santos, anggota Dewan Penasihat TTIP mengatakan, "CETA tidak akan mengatur apa yang harus kita makan, seperti daging sapi berhormon, daging ayam berklorin, dan lain sebagainya. Jadi orang dapat terus makan apa yang selalu mereka makan di Eropa. Tentu saja akan ada akses ke produk baru, dan juga layanan baru. Saya kira itu adalah baik. Itu bagian dari evolusi. Itu adalah bagian inovasi."

Di Amerika juga ada penentang Kemitraan Perdagangan dan Investasi Lintas Atlantik, yang dipromosikan oleh presiden Barack Obama.

Profesor Klaus Latter dari Universitas North Carolina mengatakan diperlukan perundingan-perundingan lebih jauh untuk memastikan bahwa hak warga di kedua benua dilindungi. Menurut Larres, perjanjian perdagangan antara Eropa dan Amerika diperlukan untuk mempertahankan kepemimpinan global. Namun, perjanjian itu harus menguntungkan semua pihak. [ds]

XS
SM
MD
LG