Tautan-tautan Akses

Prospek China Melambat, Bursa Saham Asia Kembali Jatuh


Suasana di depan papan elektronik di Tokyo Stock Exchange, Jepang, 21 Juni 2013 (Foto: dok). Bursa saham Asia kembali jatuh, menyusul melambannya laju pertumbuhan China yang lebih lambat dan pengurangan stimulus moneter oleh Bank Sentral Amerika, Selasa (25/6).

Suasana di depan papan elektronik di Tokyo Stock Exchange, Jepang, 21 Juni 2013 (Foto: dok). Bursa saham Asia kembali jatuh, menyusul melambannya laju pertumbuhan China yang lebih lambat dan pengurangan stimulus moneter oleh Bank Sentral Amerika, Selasa (25/6).

Indeks Gabungan Shanghai turun 0,2 persen setelah sebelumnya anjlok hampir enam persen, sementara Indeks Gabungan Shenzhen yang lebih kecil kehilangan 0,2 persen.

Bursa saham Asia sebagian besar menunjukkan angka lebih rendah pada penutupan perdagangan Selasa (25/6), sementara para investor terus menghindari aset-aset berisiko, mengingat prospek laju pertumbuhan China yang lebih lambat dan pengurangan stimulus moneter oleh bank sentral Amerika. Bursa Eropa bangkit kembali.

Pasar di China terus menurun dari hari sebelumnya, karena para investor khawatir bahwa langkah-langkah untuk mengekang pinjaman bawah tangan akan merugikan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Indeks Gabungan Shanghai turun 0,2 persen setelah sebelumnya anjlok hampir enam persen, sementara Indeks Gabungan Shenzhen yang lebih kecil kehilangan 0,2 persen. Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,2 persen, menutupi penurunan sebelumnya.

Indeks Nikkei di Jepang terkikis 0,7 persen sementara indeks Kospi Korea Selatan turun satu persen. Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0.3 persen. Harga saham di Filipina dan Indonesia juga mengalami penurunan sementara di India dan Singapura mengalami kenaikan.

Kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahun (Treasury) negara Amerika memperparah kekhawatiran para investor, yang menurut para analis dapat memicu lebih banyak penjualan saham di pasar-pasar yang sedang bangkit sementara biaya pinjaman meningkat.
XS
SM
MD
LG