Tautan-tautan Akses

AS

Program Pembangunan AS Berusaha Atasi Kesenjangan Sosial

  • Chris Simkins

Kawasan Camden, New Jersey adalah daerah di AS yang mempunyai angka pengangguran dan kemiskinan tertinggi (foto: ilustrasi).

Kawasan Camden, New Jersey adalah daerah di AS yang mempunyai angka pengangguran dan kemiskinan tertinggi (foto: ilustrasi).

Kesenjangan pendapatan di Amerika merupakan isu besar dalam kampanye pemilu tahun ini, sesuai data penelitian yang menunjukkan bahwa 49 juta warga Amerika hidup dalam kemiskinan, termasuk satu dari tiap empat anak.

Sebuah program pembangunan masyarakat menanggapi masalah ini dengan mengubah permukiman dan menolong keluarga yang dililit kemiskinan. Program ini membantu anak muda berpendapatan rendah mendapatkan pendidikan yang baik, yang bisa memberi masa depan yang lebih baik.

Anak-anak sekolah ini sedang memulai perjalanan panjang, yang akan membawa mereka menuju pendidikan universitas dan karir dengan pendapatan baik. Daniel Shoy mengawasi program pembangunan kembali masyarakat di pemukiman East Lake di Atlanta.

“Dengan memiliki jalur pendidikan berkualitas, kita bisa menyediakan kesempatan utama bagi anak-anak kita, dan juga bagi keluarga mereka, untuk keluar dari siklus kemiskinan antar-generasi dan membuat mereka melihat dunia dengan berbagai kemungkinan,” kata Shoy.

Program ini menyediakan pendidikan menuju universitas. Ini berawal dari ruang pendidikan pra-sekolah bagi murid usia tiga tahun”.

Ruang kelas bagi anak-anak pra-sekolah ini memusatkan perhatian pada melek huruf, memastikan supaya mereka bisa membaca dengan baik ketika berada di kelas tiga. Ketika mereka tumbuh, kemajuannya dilacak dan secara konstan mereka didorong untuk mencapai hasil yang terbaik. Mereka mengikuti SMA di pemukiman yang sama dengan kurikulum yang ketat, yang menekankan pada matematika, sains dan teknologi.

“Hasil yang paling mengejutkan adalah siswa-siswa di sekolah kami berawal dari hanya 5% yang memenuhi standar untuk berada di kelas lima, kini bisa memenuhi standar matematika di negara bagian bagi 95% anak-anak sebaya mereka di seluruh Amerika,” tambah Shoy.

Program pendidikan ini merupakan bagian dari inisiatif pembangunan kembali yang ditawarkan bagi warga muda yang disebut “Purpose Built Community”.

Jalil Spearman dibesarkan dengan program ini. Jill yang kini berada di kelas 11 (setara kelas 2 SMA) memusatkan perhatian pada karir di bidang teknik dengan pendapatan yang baik.

“Saya merasa semua kegiatan ekstra-kurikuler ini, seperti enjinering, menari dan bermusik membantu kita untuk memutuskan apa ingin dilakukan sekarang di tingkat SMA, sehingga ketika kuliah nanti kita sudah tahu apa yang akan dilakukan,” tutur Jill.

Kini banyak anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah ini memiliki pendidikan yang sama baiknya dengan teman sebaya dari keluarga berpendapatan menengah. Terez Chapman dan keluarganya pindah ke East Lake 15 tahun lalu. Kini ia kuliah dan punya pekerjaan paruh waktu.

“Mengetahui bahwa ada orang lain selain keluarga yang memperhatikan kita, benar-benar mendorong dan membuat kita ingin melakukan yang lebih baik, dan menetapkan standar yang tinggi bagi diri kita untuk mencapai sesuatu,” ujar Chapman.

Terez mengatakan dukungan guru memastikan siswa-siswa ini siap menjadi yang terbaik di sekolah dan berhasil dalam hidup mereka. [em/ii]

XS
SM
MD
LG