Tautan-tautan Akses

Produsen Telur di AS Dilarang Gunakan Kandang Sempit


Seekor ayam betina di balik sebuah kandang sempit di sebuah peternakan telur di San Diego County, California (foto: dok).

Seekor ayam betina di balik sebuah kandang sempit di sebuah peternakan telur di San Diego County, California (foto: dok).

Kelompok-kelompok penyayang binatang di AS berhasil menekan para produsen telur agar tidak memelihara ayam dalam kandang sempit.

Hampir semua telur di Amerika berasal dari peternakan-peternakan besar, di mana ayam-ayam dipelihara dalam kandang-kandang sempit. Organisasi Humane Society of the United States dan kelompok-kelompok penyayang binatang lainnya menganggap ini perlakuan kejam, karena unggas-unggas ini ditempatkan dalam ruang yang sempit sehingga sulit untuk bergerak dan bisa mengakibatkan mereka terperangkap dan terluka oleh kawat-kawat kandang.

Pada tahun 2008 organisasi-organisasi penyayang binatang berhasil mendesak negara bagian California mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan kandang-kandang sempit ini. Para peternak mengatakan bahwa peraturan ini menaikkan harga pangan dan bisa menyebabkan para peternak merugi dan menutup bisnis mereka. Jill Benson, wakil ketua perusahaan produsen telur JS West and Companies, semula menentang usul kandang ayam yang lebih besar. Benson mengatakan, "Pada akhirnya, rakyat jelas menuntut perubahan dalam cara pemeliharaan ayam. Jadi, kami merasa, adalah penting untuk mendengarkan mereka."

Benson kini mengatakan, ayam-ayamnya menyukai kandang baru mereka, bertelur sama banyaknya, bahkan lebih, dan tampak lebih gembira. Ayam yang mati pun jadi lebih berkurang.

Sewaktu California meresmikan peraturan baru itu, para peternak ayam petelur menjadi cemas. Gene Gregory, ketua organisasi United Egg Producers (UEP), kelompok peternak ayam petelur terbesar di AS, mengutarakan, "Jadi yang kami lakukan adalah menghubungi organisasi pelindung hewan Humane Society dan mengajak mereka berdialog guna melihat kemungkinan menjembatani perbedaan kita. Alangkah takjubnya, ternyata kita dapat rukun."

UEP dan Humane Society kini bekerjasama melobi legislasi nasional. Tetapi langkah ini ditentang oleh kelompok-kelompok peternak lainnya, seperti American Farm Bureau Federation. Ahli kebijakan ternak di organisasi ini mengemukakan bahwa kandang besar harganya mahal sehingga meninggikan harga telur. Menurutnya, konsumen harus bisa memilih, apakah mau atau tidak mengeluarkan uang lebih banyak.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG