Tautan-tautan Akses

Produsen Mobil Amerika Menyasar Pasar Rusia

  • James Brooke

Pameran otomotif di Rusia. (Foto: VOA)

Pameran otomotif di Rusia. (Foto: VOA)

Melonjaknya penjualan mobil di Rusia dan meningkatnya pendapatan masyarakat membuat produsen otomotif Amerika berlomba memasarkan mobilnya.

Mobil buatan Rusia identik dengan gambaran mobil Ladas yang berbentuk kotak dan rongsokan. Namun saat ini, penjualan mobil di negara tersebut melonjak dan produsen mobil asing menanamkan miliaran dolar untuk industri ini.

Minggu ini, pameran otomotif International Motor Show di Moscow memperlihatkan kemewahan. Namun di balik itu, kegembiraan yang nyata adalah bahwa Rusia sekarang menuju masa menjadi salah satu dari lima besar pasar mobil di dunia.

Dengan penjualan yang melonjak di Rusia, dan melorot di Eropa tahun ini, Rusia diproyeksikan akan menggantikan Jerman pada 2014 sebagai pasar mobil terbesar di Eropa. Hal itu akan menjadikan Rusia pasar mobil terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, Amerika Serikat dan Jepang, menurut lembaga riset Euromonitor.

Rusia akhirnya bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bulan lalu. Sekarang, perusahaan-perusahaan mobil berlomba meningkatkan produksi sebelum tarif impor mulai menurun.

Masing-masing dari tiga besar produsen mobil Amerika – Ford, GM dan Chrysler – berencana menanamkan US$1 miliar pada pabrik mobil di Rusia.

“Kami adalah yang pertama di sini 10 tahun lalu dan telah membuat lebih dari 500.000 kendaraan di sini,” ujar Ted Cannis, presiden usaha gabungan Ford Sollers di Rusia. “Ini periode kunci dan utama di Rusia. Dan kami melihat potensi yang sangat besar untuk Ford.”
James Bovenzi, presiden GM untuk Rusia, mengatakan bahwa rencana GM adalah menaikkan produksi di Rusia dua kali lipat dalam lima tahun berikutnya.
“GM sangat menghargai pasar Rusia,” ujar Bovenzi. “Kami melihatnya sebagai salah satu pasar yang tumbuh dengan pesat di dunia.”

Untuk menaikkan pamor di Rusia, GM mengundang mantan menteri luar negeri Henry Kissinger pada upacara pengembangan pabrik Juni lalu di St. Petersburg.
Dengan pertumbuhan penjualan mobil 14 persen di Rusia tahun ini, para penjual berjuang untuk memenuhi permintaan.

Pada sebuah agen penjualan Chrysler baru di jalan lingkar Moscow, John Stech, CEO Chrysler Russia membahas permintaan tersebut.

“Kami membawa kendaraan-kendaraan yang benar-benar baru ke pasar Rusia,” ujarnya dalam kunjungan ke agen penjualan tersebut untuk pertama kalinya.

“Dan produk-produk tersebut sangat bergaung pada pelanggan-pelanggan Rusia. Kita sempat tidak memiliki barang yang cukup. Namun sekarang ada persediaan yang lebih baik, dan kami benar-benar melihat aktivitas di agen-agen penjualan.”

Dan masih ada ruang untuk pertumbuhan. Saat ini ada satu mobil untuk setiap empat orang Rusia, atau setengah dari rata-rata di Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Chris Weafer, ahli strategi untuk Troika Dialog, mengatakan konsumen Rusia memiliki uang lebih.

“Ini adalah salah satu pasar konsumen dengan pertumbuhan paling cepat di dunia,” ujarnya. “Dan itu datang dari pertumbuhan pendapatan yang sangat kuat – sekitar $8.000 tahun ini, dan diperkirakan naik menjadi $12.000 dalam empat atau 5 tahun. Jadi orang-orang memiliki lebih banyak uang untuk dihabiskan untuk barang-barang konsumsi.”

Bernard Sucher, investor lama Amerika dan kritikus Rusia, berasal dari Detroit, tempat pembuatan tiga perusahaan manufaktur mobil. Ia sangat terkesan dengan apa yang terjadi di Rusia.

“Mereka melakukan pekerjaan yang baik dalam mendorong produsen dan pemasok global untuk menyasar pasar Rusia dengan syarat-syarat yang menguntungkan bagi pemain dunia. Namun pada saat yang sama juga menjanjikan bahwa Rusia akan membangun kapasitas manufakturnya secara substansial,” ujar Sucher. “Ini cerita yang bagus. Tidak ada pihak yang kalah. Dan kita ingin melihat lebih banyak lagi.”

Dengan peningkatan jumlah mobil baru di jalanan, tantangan baru bagi Rusia adalah untuk membangun tempat parkir dan jalan.
XS
SM
MD
LG