Tautan-tautan Akses

Produksi Beras Berlimpah, Harga Beras Tetap Mahal

  • Iris Gera

Suasana di gudang beras Badan Urusan Logistik (Bulog) Jakarta, Indonesia (Foto:dok).

Suasana di gudang beras Badan Urusan Logistik (Bulog) Jakarta, Indonesia (Foto:dok).

Pemerintah menegaskan produksi beras Indonesia terus bertambah sehingga stok beras tidak perlu dikhawatirkan. Namun menurut pedagang beras, penegasan pemerintah tersebut belum terbukti karena harga beras masih mahal akibat minimnya stok.

Seorang pedagang beras pasar tradisional, Sumiyati menjelaskan harga beras belum juga turun dan masih sama seperti saat harga beras naik sejak Februari lalu. Ia menilai jika pemerintah menegaskan produksi beras berlimpah seharusnya harga bisa turun.

“Kalau seumpama beras berlimpah banyak, otomatis kan harga itu bisa turun atau bagaimana. Ini standar aja nggak ada perubahan, nggak ada apa-apa," kata Sumiyati.
"Yang kemarin harganya 415 rupiah sekarang jadi 420 rupiah dan yang saya keteng 750 rupiah, justru bakalan naik lagi bulan Mei ini," imbuhnya.

Keuntungan yang diperoleh dari penjualan per 50 kilo beras, hanya sekitar 20 ribu rupiah.Sumiyati berharap pemerintah terbuka dalam hal menyampaikan stok beras nasional karena kenyataannya terkadang ia sulit mendapatkan beras untuk dijual kembali.

Sebelumnya Dirut PT. Perum Badan Urusan Logistik atau Bulog, Sutarto Alimoeso menegaskan, saat ini Bulog berhasil menyerap beras petani di atas rata-rata yang dicapai sebelumnya.

Kondisi tersebut ditambahkannya seharusnya stok beras nasional tidak perlu dikhawatirkan masyarakat dan pengamat karena kemungkinan justeru akan surplus. “Kita sekarang sedang penyerapan dalam negeri, satu hari hampir 40 ribu ton, itu artinya cukup baik,” ungkap Sutarto.

Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi beras mencapai 72 juta ton, naik dari realisasi produksi beras tahun lalu sebesar 65 juta ton. Pemerintah juga tetap menargetkan Indonesia mampu memproduksi hingga surplus 10 juta ton dalam dua tahun kedepan, sehingga Indonesia mampu berswasembada beras.

Namun pemerintah masih melakukan impor beras tahun ini. Impor yang sudah masuk sejak Januari lalu sebanyak 359 ribu ton senilai 205 juta dollar Amerika, berasal dari Vietnam, Thailand, Pakistan, India dan Tiongkok.

Target impor beras tahun ini sekitar 1,9 juta ton dan angka tersebut tidak berbeda dengan realisasi impor tahun lalu. Pemerintah menilai impor beras belum dapat dihentikan karena untuk mengamankan stok yang jumlahnya harus lebih sekitar 1,5 juta ton dari realisasi produksi nasional hingga akhir tahun.
XS
SM
MD
LG