Tautan-tautan Akses

Produksi Minyak Tak Capai Target, Anggaran Belanja Terancam Naik

  • Iris Gera

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo (Foto: dok).

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo (Foto: dok).

Blok Cepu diharapkan mampu berkontribusi sekitar 20 persen dari kebutuhan minyak Indonesia, hingga saat ini hanya mampu berproduksi sebesar 29 ribu barrel per hari.

Blok Cepu yang berlokasi di Jawa Timur merupakan wilayah kontrak minyak dan gas bumi yang diandalkan pemerintah mampu mendongkrak target produksi minyak Indonesia. Namun Blok Cepu mengalami berbagai kendala sehingga tidak dapat memenuhi target produksi.

Blok Cepu diharapkan mampu berkontribusi memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan minyak Indonesia dengan target produksi hingga November 2014 sebesar 165 ribu barrel per hari, namun hingga saat ini hanya mampu sebesar 29 ribu barrel per hari.

Menurut Sekretaris SKK Migas, Gde Prayadnyana di Jakarta, Jumat (11/7), dengan tidak berproduksinya Blok Cepu secara maksimal, sangat berdampak terhadap target produksi minyak nasional.

Pemerintah menargetkan produksi minyak tahun ini mencapai 870 ribu barrel per hari, namun hingga saat ini realisasi produksi minyak sebesar 797 ribu barrel per hari.

“Mestinya bisa memperingkas proses perizinan, ini memang menjadi kendala utama tidak hanya kegiata eksplorasi tapi khususnya kegiatan produksi seperti izin pengeboran, kemudian izin penggunaan lahan, yang tidak kalah pentingnya juga untuk ditindaklanjuti adalah dari sisi gangguan keamanan,” kata Gde Prayadnyana.

Pada kesempatan lain Wakil Menteri Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo menegaskan pemerintah akan tetap berupaya keras meningkatkan produksi minyak dalam negeri. Namun ditambahkannya lagi, upaya tersebut juga harus dibarengi dengan upaya pemerintah dan masyarakat Indonesia hemat energi agar anggaran negara tidak terus terbebani oleh subsidi energi.

Dalam APBN Perubahan atau APBNP 2014, pemerintah merevisi anggaran subsidi energi dari Rp 282 trilyun menjadi Rp 350 trilyun.

“Segala macam cara akan diusahakan supaya meningkatkan eksplorasi, meningkatkan eksploitasi dan sebagainya, tetapi yang jelas kita itu harus mencari terobosan lain, agar beban impor minyak itu berkurang, dari BBM ke gas," kata Susilo Siswoutomo.

"Kita juga minta PLN untuk ganti seluruh PLTD-PLTD yang sekarang memakai solar itu dengan tenaga-tenaga yang lain misalkan energi baru terbarukan dan sebagainya, kita juga minta kepada seluruh masyarakat untuk berhemat. Karena kalau misalkan produksi turun kemudian suplay dari luar negeri berkurang otomatis harga naik, beban negara lebih parah lagi, kalau kita bisa menghemat katakanlah 10 persen daripada kebutuhan BBM saja itu berhemat banyak,” tambahnya.

Upaya meningkatkan produksi minyak juga dilakukan PT. Pertamina. Sepanjang tahun 2014, Pertamina mengeluarkan anggaran sebesar Rp 43 trilyun untuk mencari sumur-sumur baru di berbagai wilayah di Indonesia.

XS
SM
MD
LG