Tautan-tautan Akses

Produksi Listrik Bersih Jerman Meningkat, Biaya Listrik Semakin Mahal


Jerman

Jerman

Jerman adalah salah satu produsen utama energi terbarukan di dunia.

Sejak tahun 2000 produksi energi listrik bersih di negara itu melonjak dari 6 menjadi 25 persen tahun lalu untuk menggeser ekonomi Jerman dari bahan bakar nuklir dan fosil menuju energi angin dan matahari. Walaupun ada kemajuan ini, konsumen di Jerman termasuk yang membayar biaya listrik tertinggi di Uni Eropa.

Lissy Ishang mulai mematikan peralatan untuk menghemat energi ketika ia meninggalkan rumah orang tuanya satu dasawarwa lalu. Ketika itu, keluarga Lissy membayar separuh dari yang dikeluarkan oleh warga Jerman sekarang untuk biaya listrik, dan tahun ini konsumen Jerman diperkirakan akan membayar lebih banyak lagi.

Kini, rata-rata keluarga dengan empat orang di Jerman mengeluarkan kira-kira $107 per bulan untuk listrik. Tahun ini, tagihan bulanan mereka akan menjadi $129, hampir tiga kali lebih besar dibandingkan sebuah keluarga di Amerika.

Lissy mengatakan, “Saya selalu memastikan peralatan dimatikan ketika meninggalkan rumah. Saya mencabut kabel dan mematikan peralatan. Saya sangat berhati-hati, seberapa banyak kita menggunakan listrik, karena benar-benar mahal.”

Kenaikan harga ini disebabkan peningkatan Biaya Tambahan Energi Terbarukan. Biaya tambahan merupakan salah satu dari berbagai biaya pemerintah, pajak dan subsidi yang dibebankan kepada pelanggan umum dan digunakan untuk mendanai sektor energi terbarukan Jerman.

Niels Schnoor adalah petugas kebijakan Organisasi Konsumen Federasi Jerman di Berlin. Ia mengatakan ekspansi agresif Jerman bagi energi ramah lingkungan, fasilitas energi angin di lepas pantai yang mahal dan subsidi besar akan terus meningkatkan biaya energi.

Sebagian, biaya energi yang tinggi diakibatkan kesalahan yang dibuat oleh pemerintah. Jika dari awal kita memusatkan perhatian pada teknologi murah mungkin harga energi tidak akan setinggi saat ini,” ujar Niels.

Sebuah studi pemerintah baru-baru ini menemukan bahwa delapan persen listrik Jerman berasal dari fasilitas energi angin, terutama di Jerman utara dan Laut Utara di mana angin bertiup kuat. Lebih dari empat persen berasal dari energi surya, terutama dari Jerman Selatan dan Bavaria di mana banyak rumah dan bangunan umum memiliki panel-panel surya. Energi terbarukan selebihnya dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga air, biofuel dan biomassa dari tanaman.

Paul Hockenos adalah ahli energi dan jurnalis yang berkantor di Berlin. Ia mengatakan pembangunan sebuah infrastruktur energi hijau seperti angin dan surya mahal, tapi setelah dibangun, rakyat Jerman bisa mengharapkan bukan hanya harga yang lebih rendah tetapi juga kemandirian energi yang lebih besar.

Sebagai akibat dari tsunami di Jepang dan bencana di Fukushima pada tahun 2011, Kanselir Angela Merkel memperbaharui tekad Jerman untuk meninggalkan tenaga nuklir dan menutup delapan dari 17 reaktor nuklirnya. Jerman berencana secara bertahap menghentikan produksi energi nuklir sepenuhnya dalam dasawarsa berikut.
XS
SM
MD
LG