Tautan-tautan Akses

AS

Produksi Bahan Bakar Gas di AS Meningkat

  • Greg Flakus

Para pekerja di kilang pengeboran gas untuk gas alam berbasis shale di Zelienople, Pennsylvania. (Foto: Dok)

Para pekerja di kilang pengeboran gas untuk gas alam berbasis shale di Zelienople, Pennsylvania. (Foto: Dok)

Meningkatnya produksi gas alam di AS telah membuat bahan bakar lebih murah dan mendorong upaya untuk menggantikan bahan bakar minyak.

Meski banyak warga Amerika ingin mengurangi polusi dan biaya-biaya energi, sistem transportasi berbasis otomotif di negara itu meremehkan tujuan-tujuan itu dengan masih sangat bergantung pada minyak.

Namun di negara bagian Oklahoma di sebelah barat Amerika, Ethel Clayton mengendarai truk berbahan bakar gas alam yang dimampatkan (CNG), yang lebih murah dan lebih bersih dibandingkan bahan bakar minyak (BBM).

"Tidak hanya mengehmat banyak uang, namun ini juga baik untuk lingkungan dan menjaga mesin dalam kondisi yang lebih baik," ujar Clayton.

Berkat dukungan dari perusahaan-perusahaan penghasil gas alam, ada banyak tempat-tempat pengisian CNG di sekitar Oklahoma, dan Clayton mengatakan panduan yang tersedia di Internet juga menunjukkan tempat-tempat untuk mengisi bahan bakar ketika bepergian ke luar negara bagian.

Peningkatan dramatis dari produksi gas alam di AS telah membuat bahan bakar lebih murah dan mendorong proyek-proyek yang akan menggunakan sumber daya ini untuk menggantikan BBM yang jauh lebih kotor. Perusahaan-perusahaan ini bereksperimen dengan beragam cara untuk menggunakan gas alam sebagai bahan bakar transportasi.

Namun beberapa ahli merasa khawatir. Ekonom kepala di Lembaga Petroleum Amerika mengatakan CNG tidak dapat bersaing sebagai bahan bakar transportasi tanpa pengembangan infrastruktur di seluruh negeri.

"Masalahnya, misalnya, 170.000 SPBU di seluruh negara itu dimiliki pengusaha kecil yang tidak punya uang, katakanlah, US$200.000 untuk mengembangkan peluang bahan bakar gas," ujar John Felmy.

Penggunaan gas alam cair, atau LNG, akan menghemat banyak bagi perusahaan-perusahaan truk jarak jauh, namun biaya awalnya sangat besar, menurut Felmy.

"Truk untuk kerja berat dengan bahan bakar LNG biasanya memerlukan biaya awal sekitar $80.000 atau lebih," ujarnya.

Namun perusahaan-perusahaan seperti Primus Green Energy di New Jersey bertujuan memproduksi bahan bakar cair yang lebih bersih langsung dari gas alam yang akan bekerja pada kendaraan biasa dan dihasilkan dari infrastruktur yang ada.

Primus Green Energy telah berhasil menguji coba bahan bakarnya dan sekarang membangun pabrik untuk memproduksinya untuk penjualan komersial.

"Kuncinya agar bahan bakar alternatif dapat diterima, baik secara finansial dan ekonomi dan oleh konsumen, adalah dengan membuat mereka tidak perlu mengubah perilaku sama sekali," ujar George Boyajian, presiden perusahaan untuk pengembangan bisnis.

Boyajian mengatakan tidak perlu mengubah mesin dan mengubah sistem-sistem bahan bakar yang ada saat ini secara drastis untuk membuat bahan bakar ini digunakan secara luas. Dan karena katalis yang digunakan dalam proses ini mengeliminasi polutan seperti belerang dan benzena, bahan bakar ini jauh lebih bersih.

"Bahan bakar Primus sudah melewati standar-standar lapis tiga yang diberikan oleh EPA (badan perlindungan lingkungan di Amerika)," ujar Boyajian.

Meski gas alam merupakan bahan baku terbaik saat ini, Boyajian mengatakan gas sintetis yang diproduksi dari biofuel juga dapat digunakan.
XS
SM
MD
LG