Tautan-tautan Akses

Pria Saudi, Pakistan Dapat Tips Cara Pukul Istri


Seorang perempuan Pakistan memegang papan bertuliskan "Jangan Pukul Saya, Hormati Saya" dalam peringatan hari anti-kekerasan terhadap perempuan di Lahore. (Foto: Dok)

Seorang perempuan Pakistan memegang papan bertuliskan "Jangan Pukul Saya, Hormati Saya" dalam peringatan hari anti-kekerasan terhadap perempuan di Lahore. (Foto: Dok)

Seorang terapis keluarga menyarankan pemakaian ranting atau sapu tangan untuk memukul istri, hanya sebagai simbol untuk mengekspresikan kemarahan pada ketidakpatuhan mereka.

Stasiun televisi nasional Arab Saudi telah menayangkan sebuah video yang menunjukkan seorang terapis keluarga mengajarkan para pria bagaimana memukul istri-istri mereka "secara benar."

Dalam tutorial tersebut, Khaled Al-Shaqby mengatakan ia "sadar isu ini sensitif, dan mengandung banyak bahaya." Namun ia menambahkan: "Insya Allah, kita bisa menjembataninya dengan selamat."

Video itu ditayangkan di Arab Saudi awal tahun ini, kemudian diterjemahkan dan dirilis di AS oleh Lembaga Riset Media Timur Tengah yang berbasis di Washington.

Al-Shaqby mengatakan pria tidak boleh mengambil kekerasan sebagai pilihan pertama, tapi harus "mendisiplinkan perempuan dulu" sebelum menggunakan kekerasan.

Meski mengakui bahwa beberapa pria menggunakan batang, tongkat atau benda tajam lainnya untuk memukul istri-istri agar disiplin, ia menasihati agar tidak melakukannya. Ia menyarankan ranting atau sapu tangan untuk memukul istri, hanya sebagai simbol untuk mengekspresikan kemarahan pada ketidakpatuhan mereka.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan organisasi-organisasi perempuan murka dengan video tersebut, yang muncul setelah adanya usula rancangan undang-undang dari Dewan Ideologi Islam di Pakistan, yang menentukan bahwa para suami diperbolehkan memukul istri-istri mereka, selama melakukannya secara "ringan."

Ketua Dewan Muhammad Kahn Sherani mengatakan, "Jika ingin (istrimu) memperbaiki diri, nasihati dulu... Jika ia menolak, berhenti berbicara dengannya... jangan seranjang dengannya, dan jika tidak ada yang berubah, lebih keraslah sedikit."

"Sedikit lebih keras," jelasnya, adalah termasuk "[memukulnya] dengan benda-benda ringan seperti sapu tangan, topi atau sorban, tapi jangan pukul di muka atau bagian pricat."

Usulan RUU itu mendapat kecaman keras di Pakistan, termasuk seruan agar dewan itu dibubarkan.

Dewan Ideologi Islam memberi saran bagi pemerintah dan pembuat undang-undang di Pakistan mengenai isu-isu Islam. Usulannya berupa rekomendasi dan tidak mengikat secara hukum. [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG