Tautan-tautan Akses

Al-Shabab Serang Universitas di Kenya, 147 Tewas


Para mahasiswa Garissa University College berlindung dalam mobil setelah melarikan diri dari serangan bersenjata di kampus mereka di Garissa, Kenya (2/4).

Para mahasiswa Garissa University College berlindung dalam mobil setelah melarikan diri dari serangan bersenjata di kampus mereka di Garissa, Kenya (2/4).

Kedutaan Besar AS di Nairobi mengatakan mereka mendapat laporan bahwa kelompok militan al-Shabab telah mengaku bertanggung jawab atas serangan sebelum subuh di universitas itu.

Lebih dari 70 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah militan al-Shabab menyerang sebuah kampus di Kenya timur laut, Kamis (2/4).

Ratusan mahasiswa lainnya di Universitas Garissa masih belum diketahui nasibnya setelah serangan Kamis pagi, dan para saksi mengatakan penyerang mengambil sandera dalam jumlah yang belum diketahui.

Reporter VOA di Garissa mengatakan tank-tank militer sedang menuju area untuk menyelamatkan para sandera.

Kelompok militan al-Shabab mengklaim bertanggungjawab melakukan serangan itu, beberapa jam setelah serangan tadi dimulai hari Kamis. Dalam sebuah pernyataan, serangan tersebut merupakan balas dendam terhadap Kenya atas pengiriman pasukan negara itu ke Somalia.

Seorang juru bicara bagi kelompok militan itu memberitahu kantor berita Reuters, anggotanya menyandera mahasiswa Kristen di dalam asrama universitas, tetapi membebaskan semua mahasiswa Muslim.

Seorang juru bicara memberitahu kantor berita Perancis, bahwa misi kelompok itu adalah "membunuh mereka yang menentang al-Shabab." Laporan mengatakan serangan mulai setelah pukul 5 pagi dengan ledakan di gerbang universitas. Dua orang satpam dilaporkan tewas.

Palang Merah Kenya mengatakan kira-kira 30 korban telah diangkut ke rumah sakit, sebagian besar luka kena tembak. Empat orang dalam keadaan gawat. Palang Merah mengatakan dua orang sandera dan seorang sipil telah diangkut melalui udara ke Nairobi.

Para saksi mengatakan mahasiswa dalam perumahan kampus terbangun oleh suara tembakan itu.

Inspektur Jenderal polisi Joseph Boinnet mengatakan kepada wartawan penyerang “menembak dengan membabi-buta” dalam kompleks universitas.

Mahasiswa bernama Mercy Chebet memberitahu VOA, dia dan mahasiswa-mahasiswa lain mengosongkan asrama sewaktu kawanan bersenjata itu mendekat. Inspektur Jenderal Polisi Joseph Boinnet mengutarakan kepada wartawan, penyerang “menembaki secara membabi-buta” dalam kompleks universitas. Dia telah berbicara melalui telepon dengan seorang teman yang sedang disandera dalam salah satu perumahan.

Para saksi melaporkan melihat empat atau mungkin lima orang penyerang. Kampus tersebut sedang ditutup, dan diawasi oleh militer Kenya dan polisi setempat.

Para pejabat di Kedutaan Besar Amerika di Nairobi mengatakan mereka mendapat laporan bahwa kelompok militan al-Shabab telah mengaku bertanggung jawab atas serangan sebelum subuh di universitas itu.

Al-Shabab terkenal melakukan serangan-serangan terhadap bangunan besar, seperti mall Westgate di Nairobi tahun 2013 dan istana presiden Somalia yang diserangnya dua kali tahun lalu. Kelompok itu menyerang Kenya sebagai pembalasan atas pengiriman pasukan Kenya ke Somalia.

Universitas di kota Garissa itu memiliki 300 mahasiwa, yang sebagian besar datang dari daerah-daerah lain Kenya.

XS
SM
MD
LG