Tautan-tautan Akses

Presiden Perancis Bertekad Tutup Kamp Migran di Calais


Para migran antri untuk memperoleh bantuan makanan di kamp sementara di Calais, Perancis utara. (AP Photo/Michel Spingler).

Para migran antri untuk memperoleh bantuan makanan di kamp sementara di Calais, Perancis utara. (AP Photo/Michel Spingler).

Dalam kunjungannya ke pelabuhan Calais, Senin (26/9), Presiden Perancis Francois Hollande mengemukakan rencana untuk memindahkan penghuni kamp migran ke tempat-tempat lain di seluruh negara itu di mana mereka nantinya dapat meminta suaka.

Presiden Perancis Francois Hollande berjanji akan menutup sebuah kamp migran di Calais sebelum akhir tahun ini.

Dalam kunjungannya ke pelabuhan Calais, Senin (26/9), Hollande mengatakan kamp migran itu harus dibongkar. Ia mengemukakan rencana untuk memindahkan penghuni ke tempat-tempat lain di seluruh negara itu di mana mereka nantinya dapat meminta suaka.

Presiden Perancis itu juga meminta kepada pemerintah Inggris untuk turut membantu para pendatang baru.

“Saya bertekad untuk mengusahakan agar pemerintah Inggris memainkan peran dalam usaha kemanusiaan yang sedang dilakukan Perancis di Calais,” kata Holland.

Ini adalah kunjungan pertama Hollande ke Calais sebagai presiden. Ia tidak mengunjungi kamp itu sendiri, dimana antara 7.000 dan 10.000 migran telah berimigrasi dari Sudan dan Afghanistan, dan sekarang tinggal disana.

“Kita sudah hampir mencapai solusi,” kata Holland, dan menambahkan bahwa penutupan kamp itu akan dirampungkan sesuai dengan “nilai-nilai Republik ini.”

Para pejabat berencana untuk memindahkan pengungsi ke 164 pusat penampungan sebelum musim dingin di Perancis. [gp]

XS
SM
MD
LG