Tautan-tautan Akses

Presiden Jokowi Ajak Hadapi Teroris Melalui Pendekatan Soft Power


Presiden Jokowi menyampaikan pidato di depan Parlemen Inggris di Winsminster, London, Selasa 19 April 2016 siang waktu setempat. (Foto: Biro Pers)

Presiden Jokowi menyampaikan pidato di depan Parlemen Inggris di Winsminster, London, Selasa 19 April 2016 siang waktu setempat. (Foto: Biro Pers)

Kepada anggota Parlemen Inggris, Presiden Jokowi memastikan Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, dan negara di mana Islam dan demokrasi berjalan seiring.

Rangkaian kunjungan Presiden Joko Widodo di Inggris di antaranya adalah berpidato di hadapan Parlemen Inggris. Dalam pidatonya di Westminster London, Inggris, Selasa (19/4) waktu setempat, Presiden Jokowi menekankan, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai universal kemanusiaan, pluralisme, dan toleransi.

Presiden menegaskan, Indonesia adalah negara di mana Islam dan demokrasi berjalan seiring. Dan hal itu menurut Presiden menjadi rahmat buat dunia yang sedang menghadapi banyak persoalan, di antaranya kemiskinan dan terorisme.

“Saya meyakini bahwa Indonesia yang sedang membangun ini, akan menjadi “rahmat” bagi dunia, "blessing" bagi dunia. Dunia yang saat ini masih berkutat melawan kemiskinan. Dunia yang masih kental dengan ketidakadilan. Dunia yang diwarnai oleh berbagai konflik multidimensi. Dunia yang terganggu oleh terorisme dan ekstrimisme kekerasan. Dunia yang masih sarat dengan prasangka dan sikap intoleran,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan tentang upaya Indonesia dalam memerangi terorisme, sekaligus memelihara nama baik Islam sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia. Pendekatan non-militer, lanjut Presiden, lebih dikedepankan, melalui berbagai program di antaranya program deradikalisasi.

“Kami memperkuat penegakan hukum, merevisi UU anti-terorisme, dan meningkatkan kemampuan otoritas intelijen. Namun yang lebih penting adalah mengedepankan pendekatan soft power, menggunakan pendekatan agama dan budaya, melibatkan partisipasi masyarakat, khususnya ormas keagamaan, menjalankan program deradikalisasi, rehabilitasi, dan reintegrasi di masyarakat,” lanjut Presiden.

Presiden menggarisbawahi bahwa menghadapi kelompok teroris tidak hanya dilakukan melalui pendekatan militer, tetapi perlu dilihat akar masalahnya. Kerja sama internasional, menurut Presiden, perlu dilakukan melalui seruan perdamaian dan kerja sama antar peradaban.

“Karena itu serangan teror di mana pun, harus mengingatkan kita pada pentingnya kerja sama internasional. Pentingnya mempromosikan toleransi dan tidak terprovokasi, pentingnya mengatasi akar masalah. Suara dan upaya perdamaian yang diserukan Indonesia, tidak dapat kami lakukan sendirian,” lanjut Presiden Jokowi.

Di hadapan para anggota Parlemen Inggris, Presiden Jokowi kembali menggarisbawahi bahwa Indonesia berkomitmen penuh terhadap nilai-nilai demokrasi dan penegakan HAM pasca-rezim Presiden ke-dua RI, Soeharto, pada 1998 lalu.

“Kebebasan berbicara, kebebasan pers dan kebebasan beragama, semuanya dijamin oleh konstitusi. Setiap WNI mempunyai hak menjadi Presiden, termasuk saya,” imbuh Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia lebih mengenal Inggris dalam hal apapun. Presiden berharap masyarakat Inggris dapat mengenal baik tentang Indonesia dengan segala isinya.

“Di Indonesia, pertandingan antara Manchester United dan Arsenal kadang-kadang menjadi sumber 'pertengkaran' dalam keluarga. Masyarakat Indonesia lebih hafal bait-bait lagu One Direction, Coldplay, Genesis, the Beatles, Led Zeppelin, Queen, dan Iron Maiden. Saya berharap masyarakat Inggris juga lebih mengenal Indonesia. Saya ingin lebih banyak warga Inggris yang ke Indonesia, tidak hanya ke Bali," jelasnya.

Akhiri Lawatan di Inggris, Presiden Jokowi Bertolak ke Belgia

Sebelum menyampaikan pidatonya di gedung Parlemen Inggris, Presiden Jokowi berbicara dalam pertemuan di Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan juga bertemu dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Dalam pertemuan dengan David Cameron, selain membicarakan masalah ekstremisme terorisme, juga dibahas upaya untuk mempererat hubungan perekonomian kedua negara.

Presiden juga berpidato di Forum Bisnis Indonesia-Inggris yang dihadiri para pengusaha dan CEO kedua negara. Presiden juga mengunjungi daerah New Bond Street, dan mengunjungi pameran hasil karya 5 desainer Indonesia yang dipamerkan di salah satu pusat pertokoan.

Presiden Jokowi juga berkesempatan bertemu dengan masyarakat Indonesia di Inggris. Dalam pertemuan itu, Presiden mengingatkan kesiapan dalam menghadapi era persaingan dan era kompetisi perekonomian global.

Usai rangkaian kunjungan di Inggris, Presiden Jokowi dan rombongan bertolak ke Brussels Belgia dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dari Bandara Stansted London Inggris menuju bandara Abeleg Brussels, Belgia. [aw/as]

XS
SM
MD
LG