Tautan-tautan Akses

Presiden Obama akan Melawat Zona Demiliterisasi Korea dan Hadiri KTT Nuklir


Presiden Amerika Barack Obama dijadwalkan akan menghadiri KTT Nuklir di Seoul dan mengunjungi zona demiliterisasi Korea (Foto: dok)

Presiden Amerika Barack Obama dijadwalkan akan menghadiri KTT Nuklir di Seoul dan mengunjungi zona demiliterisasi Korea (Foto: dok)

Presiden Amerika Barack Obama berangkat Jumat tengah malam (23/3) menuju ibukota Korea Selatan, Seoul, untuk melawat zona demiliterisasi Korea dan menghadiri KTT nuklir.

Lebih dari 50 pemimpin dunia berkumpul untuk KTT Keamanan Nuklir, termasuk Presiden Tiongkok Hu Jintao. Gedung Putih mengatakan Obama akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Hu dan pemimpin Kazakhstan, Rusia, Korea Selatan dan Turki di sela-sela KTT.

Sebuah pernyataan Gedung Putih hari Jumat mengatakan Presiden Obama juga akan bertemu Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani untuk mengkaji upaya untuk mendukung proses rekonsiliasi dengan Taliban yang dipimpin Afghanistan. Obama juga akan mengunjungi zona demiliterisasi yang tegang antara Korea Utara dan Selatan dalam lawatannya.

Dalam jumpa pers jarak jauh dengan wartawan awal pekan ini, Deputi Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes mengatakan poin utama kunjungan ke Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) menunjukkan dukungan bagi lebih dari 28 ribu tentara Amerika yang bertugas di Korea dan menekankan aliansi keamanan Amerika dengan Korea Selatan.

Tentara Korsel terlihat dari balik pagar kawat berduri dekat zona demiliterisasi Korea di Paju, utara Seoul (Foto: dok).

Tentara Korsel terlihat dari balik pagar kawat berduri dekat zona demiliterisasi Korea di Paju, utara Seoul (Foto: dok).

DMZ dibentuk tahun 1953 sebagai bagian perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri Perang Korea. Tidak pernah ada perjanjian damai, dan kedua Korea tetap dalam keadaan resmi berperang sejak itu.

Zona Demiliterisasi yang memisah Korea Utara dan Selatan adalah perbatasan dengan penjagaan terketat di dunia. Kawat berduri, menara pengawas dan ranjau darat membatasi DMZ, sementara di seberang lahan yang membentang seluas hampir 250 kilometer itu, sekitar dua juta pasukan, satu juta di masing-masing Korea, siap memulai lagi pertempuran kapan saja.

Menurut Balbina Hwang, guru besar tamu di Georgetown University dan mantan penasihat Departemen Luar Negeri Amerika tentang kebijakan Korea, zona itu mengingatkan dunia bahwa Perang Korea belum berakhir.

Meski dianggap sebagai salah satu tempat paling berbahaya di dunia, yang terjadi di DMZ hanya insiden-insiden kekerasan setempat. Dalam salah satu kasus paling terkenal, tahun 1976, tentara Korea Utara menewaskan dua tentara Amerika yang mengawal seorang tenaga kerja Korea menggunakan kapak untuk memotong pohon. Tentara Korea Utara itu membunuh kedua prajurit Amerika itu dengan kapak milik pekerja itu sendiri.

Pengamat internasional memantau gencatan senjata di DMZ, sementara tentara Amerika ditempatkan di sisi tentara Korea Selatan. Selain ancaman ketegangan itu, DMZ - khususnya Area Keamanan Bersama di mana tentara Korea Utara dan Korea Selatan saling berhadapan - merupakan objek wisata populer. Pengunjung bisa melihat sekilas tentara Korea Utara dan kota yang tampak tak berpenghuni, yang disebut sebagai desa propaganda Korea Utara.

XS
SM
MD
LG