Tautan-tautan Akses

Presiden Yaman Perintahkan Penyelidikan Jatuhnya Korban Jiwa


Para demonstran anti pemerintah di Sana's menolong rekan mereka yang terluka setelah terkena tembakan pasukan keamanan Yaman (24/11).

Para demonstran anti pemerintah di Sana's menolong rekan mereka yang terluka setelah terkena tembakan pasukan keamanan Yaman (24/11).

Para saksi mengatakan 5 orang tewas dan 34 luka-luka setelah para pendukung Saleh menembaki demonstran anti-pemerintah, Kamis.

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh memerintahkan penyelidikan kekerasan maut di ibukota Sana’a hari Kamis, sehari setelah ia menyetujui gagasan Dewan Kerjasama Teluk (GCC), yang menghendakinya melepaskan kekuasaan.

Para saksi mengatakan 5 orang tewas dan paling sedikit 34 luka-luka setelah para pendukung setia Saleh menembaki pemrotes yang kecewa karena adanya pasal dalam persetujuan pengalihan kekuasaan yang memberinya kekebalan terhadap tuntutan hukum.

Saleh, yang menanda-tangani rencana itu hari Rabu untuk mengalihkan kekuasaan kepada wakil presiden dan mengadakan pemilihan presiden dalam waktu dekat, mengutuk pembunuhan itu dan memerintahkan penyelidikan mengenai apa yang telah terjadi.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri membantah pemerintah bertanggung jawab atas kekerasan hari kamis.

Sementara itu, Palang Merah Internasional mengatakan hari Kamis tiga dari pekerja bantuannya, yang diculik oleh pemberontak dua hari lalu di daerah selatan yang rawan, telah dibebaskan.

Para pejabat Yaman menuduh Gerakan Selatan yang menghendaki kemerdekaan, sebagai pelaku penculikan tersebut. Para penculik menuntut pembebasan tahanan yang disekap oleh pihak berwenang Yaman.

XS
SM
MD
LG