Tautan-tautan Akses

Presiden Venezuela Ingin Perbaiki Hubungan dengan AS


Presiden sosialis Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, 4 November 2016 (Foto: dok).

Presiden sosialis Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, 4 November 2016 (Foto: dok).

Berbicara dalam program mingguan, "In Contact With Maduro", Minggu (20/11), presiden Venzuela itu mengatakan, negaranya akan memiliki hubungan lebih baik dengan Amerika Serikat, sekalipun tahun lalu ia menyebut pengusaha real estat itu bandit dan pencuri.

Presiden sosialis Venezuela Nicolas Maduro mengatakan ia mengharapkan hubungan yang lebih baik dengan Amerika Serikat di bawah pemerintahan presiden terpilih Donald Trump.

Sewaktu berkampanye Juli lalu,Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjadi Venezuela jika saingannya, Hillary Clinton, memenangkan kursi di Gedung Putih.

Berbicara dalam program mingguan, "In Contact With Maduro", Minggu (20/11), presiden Venzuela itu mengatakan, negaranya akan memiliki hubungan lebih baik dengan Amerika Serikat, sekalipun tahun lalu ia menyebut pengusaha real estat itu bandit dan pencuri.

Sejak berkuasa tahun 2013, menggantikan Hugo Chavez, Maduro sering menggunakan retorika yang tidak bersahabat terhadap Amerika Serikat, Presiden Barack Obama dan pendahulunya, George W. Bush. Ia mengecam Amerika Serikat mendalangi perang ekonomi yang membuat negara anggota OPEC itu mengalami krisis inflasi di atas 100 persen dan kekurangan berbagai kebutuhan pokok yang mengancam perdamaian negara itu.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, berbicara dengan Maduro di Colombia September lalu mengenai tantangan ekonomi dan politik Venezuela. Ia mendesak Maduro untuk bekerjasama dengan pihak oposisi negara itu. [ab/as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG