Tautan-tautan Akses

Presiden Venezuela Gelar Protes Tandingan, Ketegangan Politik Meningkat


Para mahasiswa/i dalam demonstrasi menentang Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela (14/2). (AP/Fernando Llano)

Para mahasiswa/i dalam demonstrasi menentang Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela (14/2). (AP/Fernando Llano)

Presiden Nicolas Maduro mengerahkan demonstrasi pro-pemerintah di Caracas, ibukota Venezuela, untuk mengecam pemimpin oposisi Leopoldo Lуpez.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu (15/2), menanggapi protes oposisi yang berkelanjutan dengan demonstrasi tandingan oleh ribuan pendukungnya. Ia mengerahkan demonstrasi pro-pemerintah di Caracas, ibukota Venezuela, untuk mengecam pemimpin oposisi Leopoldo Lуpez.

Polisi telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Lypez karena mengorganisir protes-protes anti-pemerintah Rabu yang berubah menjadi kekerasan. Tiga orang tewas, termasuk dua demonstran oposisi.

Presiden Maduro Sabtu mencap Lуpez sebagai "fasis" dan "pengecut," dan mendesaknya agar menyerahkan diri.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menyatakan surat penangkapan bagi Lopez berdampak mengerikan terhadap hak asasi warga Venezuela untuk mengekspresikan keluhan secara damai. Dalam satu pernyataan, ia mengatakan, pemerintah Venezuela berkewajiban melindungi kebebasan fundamental dan keamanan warganya.

Aparat keamanan Venezuela Jumat menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan ratusan mahasiswa demonstran yang marah pada Maduro karena inflasi yang melonjak, sedikitnya barang yang dijual di pasar-pasar swalayan dan kejahatan yang merajalela.

Sudah hampir 100 orang ditangkap dalam sepekan terakhir protes.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG