Tautan-tautan Akses

Presiden Ukraina Minta Perdana Menteri Mundur


Presiden Ukraina Petro Poroshenko (kiri) dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk (Foto: dok.)

Presiden Ukraina Petro Poroshenko (kiri) dan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk (Foto: dok.)

Presiden Ukraina Petro Poroshenko meminta Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk untuk mengundurkan diri di tengah apa yang digambarkan sebagai kegagalan pemerintah memberantas korupsi dan mengatasi krisis ekonomi.

Permintaan Poroshenko yang mengejutkan itu disampaikan hari Selasa (16/2) setelah adanya jajak pendapat yang menunjukkan meningkatnya kekecewaan masyarakat atas pemerintahan Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk yang pro-Barat.

Pengunduran diri Yatsenyuk harus disetujui oleh parlemen Ukraina. Badan legislatif itu telah mempertimbangkan untuk menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah setelah mendengarkan terlebih dahulu laporan kinerja Yatsenyuk tahun 2015 dan agendanya tahun ini.

Untuk menyampaikan mosi tidak percaya, dibutuhkan tanda tangan sedikitnya 150 anggota parlemen, yang kemudian bisa mendorong diselenggarakannya pemilu jika pemerintah koalisi tidak bisa sepakat membentuk kabinet baru.

Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan 70% warga Ukraina mendukung pengunduran diri Yatsenyuk dan hanya 1% yang mendukung blok Front Rakyat pimpinannya dalam parlemen.

Arseniy Yatsenyuk adalah mantan bankir berusia 41 tahun yang menjadi favorit Barat, dan sangat membenci Rusia. Ia bertekad membersihkan pemerintah dengan memutuskan hubungan dengan para pengusaha kaya tetapi kemudian para pemilih mulai curiga bahwa ia sebenarnya mendukung kepentingan para bilyuner yang ingin dipangkasnya itu. [em/ii]

XS
SM
MD
LG