Tautan-tautan Akses

Presiden Ukraina Bela Keputusan Tolak Kesepakatan Uni Eropa


Presiden Ukraina Viktor Yanukovych menggambarkan keputusan menolak kesepakatan Uni Eropa sebagai "sulit, tapi tidak dapat dihindari" (foto: dok).

Presiden Ukraina Viktor Yanukovych menggambarkan keputusan menolak kesepakatan Uni Eropa sebagai "sulit, tapi tidak dapat dihindari" (foto: dok).

Presiden Ukraina Viktor Yanukovych hari Senin (25/11) membela keputusannya untuk membatalkan perjanjian perdagangan bersejarah dengan Uni Eropa.

Presiden Ukraina Viktor Yanukovych membela keputusannya untuk membatalkan perjanjian perdagangan bersejarah dengan Uni Eropa, sementara para pengunjuk rasa pro-Eropa di Kiev mengadakan demontrasi hari kedua menentang langkah tersebut.

Yanukovych menggambarkan keputusan itu "sulit, tapi tidak dapat dihindari," dan bertekad membentuk Ukraina sebagai negara berstandar Eropa.

Presiden Ukraina menghimbau perdamaian dan ketenangan di negeri itu.

Bentrokan meletus hari Senin (25/11) di lapangan pusat di ibukota Ukraina, polisi menembakkan gas air mata ke arah para demonstran yang memprotes keputusan pemerintah karena tidak mau menandatangani perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa dan malahan memusatkan perhatian pada hubungan perdagangan dengan Rusia.

Hari Minggu, puluhan ribu demonstran pro-Eropa menyerbu Kiev dalam salah satu protes terbesar sejak Revolusi Oranye sembilan tahun lalu.

Ratusan orang pendukung Presiden Yanukovych juga berdemonstrasi di jalan-jalan ibukota Kiev untuk hari kedua pada hari Senin.

Kesepakatan dengan Uni Eropa tadinya dijadwalkan akan ditandatangani pekan ini dalam KTT kemitraan Uni Eropa Timur di Vilnius, Lithuania.

Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy dan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso hari Senin mengecam tekanan Rusia atas kesepakatan itu dan mengatakan tawaran Uni Eropa masih terbuka.

Rusia dituduh melakukan tekanan politik dan ekonomi selama berbulan-bulan termasuk ancaman terhadap pasokan minyak Ukraina.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG