Tautan-tautan Akses

Presiden Ukraina Akan Tumpas Demonstran Pro-Rusia


Penjabat Presiden Ukraina Oleksandr Turchynov. (AP/Andrew Kravchenko)

Penjabat Presiden Ukraina Oleksandr Turchynov. (AP/Andrew Kravchenko)

Penjabat Presiden Ukraina Oleksandr Turchynov mengatakan tidak akan membiarkan Rusia mengambilalih bagian timur Ukraina dengan caranya mencaplok Krimea bulan lalu.

Ukraina Timur sedang berjaga-jaga sementara penjabat presiden Ukraina, Oleksandr Turchynov, mengancam untuk melancarkan apa yang disebutnya “operasi anti-teroris besar-besaran” terhadap kelompok pro-Rusia yang telah merebut gedung-gedung pemerintah.

Turchynov telah menjanjikan amnesti bagi orang-orang yang meletakkan senjata mereka dan datang dengan damai. Tetapi ia mengatakan tidak akan membiarkan Rusia mengambilalih bagian timur Ukraina dengan caranya mencaplok Krimea bulan lalu.

Rusia mendapat banyak kecaman dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB Minggu malam (13/4).

Duta Besar Amerika Samantha Power menuduh Rusia “merancang dan mengatur” kekerasan di Ukraina. Duta Besar Inggris Mark Lyall Grant mengatakan gambar-gambar satelit menunjukkan sebanyak 40 ribu pasukan Rusia bersenjata berat berkumpul dekat perbatasan Ukraina.

Rusia berkeras pihaknya berhak melindungi penduduk berbahasa Rusia yang katanya sedang terancam di Ukraina. Rusia menuduh pemerintah sementara Ukraina anti-Rusia dan ektremis anti-Yahudi.

Duta Besar Rusia Vitaly Churkin mengatakan Barat mempunyai kekuatan dan pengaruh untuk mendorong Ukraina menuju dialog dan menjauhi kekerasan.

Duta Besar Ukraina Yuriy Sergeyev mengatakan komentar Rusia itu tidak sesuai dengan realita. Ia meminta Rusia agar segera berhenti melanggar kedaulatan Ukraina.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG