Tautan-tautan Akses

Presiden Uganda Bertekad Hentikan Demonstrasi Anti-Pemerintah


Yoweri Museveni (bertopi) saat melakukan sumpah jabatan sebagai Presiden Uganda untuk masa jabatan berikutnya di ibukota Kampala (12/5).

Yoweri Museveni (bertopi) saat melakukan sumpah jabatan sebagai Presiden Uganda untuk masa jabatan berikutnya di ibukota Kampala (12/5).

Yoweri Museveni menyatakan hari Selasa bahwa ia akan menggunakan seluruh saluran hukum untuk mengakhiri yang disebutnya 'kejahatan'.

Presiden Uganda Yoweri Museveni mengatakan tidak akan mengijinkan demonstrasi di negara itu berlanjut setelah terjadi demonstrasi anti pemerintah selama berminggu-minggu.

Museveni mengatakan dalam pernyataan tertulis hari Selasa bahwa ia akan menggunakan seluruh saluran hukum untuk mengakhiri apa yang disebutnya “kejahatan”. Ia menuduh polisi dan pengadilan terlalu lembek dan mengatakan ada kelemahan dalam hukum yang memungkinkan “ketidakdisiplinan” berlangsung.

Presiden itu juga menuduh media lokal dan internasional menyambut gembira demonstrasi itu. Ia mengatakan mereka yang mendukung apa yang disebutnya “orang-orang tidak bertanggung jawab sebagai musuh-musuh Uganda.

Oposisi Uganda telah mengadakan demonstrasi selama beberapa minggu di ibukota, Kempala untuk memrotes tingginya harga pangan dan bensin. Human Rights Watch mengatakan pasukan pemerintah menembak dan menewaskan sembilan orang selama penumpasan demonstran. 250 orang lebih cedera.

Demonstrasi itu dimulai perlahan namun mencapai puncaknya beberapa minggu lalu ketika polisi menangkap pemimpin oposisi Kizza Besigye untuk keempat kalinya. Gambar video penangkapan itu menunjukkan polisi memecahkan kaca mobil Besigye dan menyemprot pemimpin oposisi itu dengan gas air mata.

XS
SM
MD
LG