Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Trump akan Jamu Presiden China Bulan April


Presiden AS Donald Trump akan menjamu Presiden China Xi Jinping selama dua hari bulan depan di rumah mewahnya di Florida (foto: ilustrasi).

Presiden AS Donald Trump akan menjamu Presiden China Xi Jinping selama dua hari bulan depan di rumah mewahnya di Florida (foto: ilustrasi).

Presiden Amerika Donald Trump akan menjamu Presiden China Xi Jinping selama dua hari bulan depan di rumah besarnya di Florida yang mewah di tepi Samudra Atlantik, pertemuan pertama antara kedua pemimpin dunia tersebut.

Baik Washington maupun Beijing belum mengukuhkan pertemuan puncak di Mar-a-Lago estate milik Trump itu, tetapi media berita Amerika melaporkan bahwa pertemuan antara kepala negara dua ekonomi terbesar di dunia itu direncanakan pada tanggal 6 dan 7 April.

Laporan itu mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson diperkirakan akan menyelesaikan rencana untuk pertemuan Trump dan Xi pada waktu ia mengunjungi Beijing akhir pekan ini. Kementerian Luar Negeri China mengatakan Selasa (14/3), kedua negara mengadakan "komunikasi erat" tentang pembicaraan antara pemimpin mereka.

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan Senin bahwa Trump dan Xi akan membahas ancaman yang ditimbulkan oleh program pengembangan senjata nuklir dan ujicoba peluncuran misil Korea Utara, serta isu-isu lainnya.

Trump telah sering meminta China untuk mengekang tindakan-tindakan agresif Pyongyang, mengingat besarnya pengaruh Beijing atas rezim pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Amerika juga telah menyuarakan tentangannya terhadap pembangunan pulau buatan yang dilakukan Beijing di Laut China Selatan, yang kadang-kadang mengirim kapal perangnya ke dekat pulau-pulau itu di perairan internasional untuk unjuk kekuatan.

Sementara itu, China menyampaikan kemarahan terhadap Amerika ketika pertama Trump menyatakan kemungkinan Trump mengakhiri “kebijakan

Satu-China” yang sudah berlaku puluhan tahun, yang mengakui klaim China bahwa atas Taiwan adalah sebagai bagian dari China.

Sebelum dilantik sebagai presiden, Trump menerima telepon yang yang telah diatur sebelumnya dari Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, yang menyampaikan ucapan selamat atas kemenangannya dalam pemilu bulan November Ini menimbulkan tafsiran bahwa Amerika tidak terikat pada gagasan bahwa Taiwan adalah bagian wilayah China, yang pertama diterima oleh Amerika pada tahun 1979. [sp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG