Tautan-tautan Akses

Presiden Terpilih Nigeria Bertekad Tumpas Boko Haram


Warga di Abuja, Nigeria, melakukan protes diam untuk mendesak pemerintah menyelamatkan anak-anak perempuan yang diculik Boko Haram setahun yang lalu (13/4). (AP/Sunday Alamba)

Warga di Abuja, Nigeria, melakukan protes diam untuk mendesak pemerintah menyelamatkan anak-anak perempuan yang diculik Boko Haram setahun yang lalu (13/4). (AP/Sunday Alamba)

Buhari mengatakan pemerintahannya “akan bertindak dengan cara yang berbeda dari cara pemerintah yang kami gantikan" untuk menyelamatkan anak-anak perempuan yang diculik.

Presiden terpilih Nigeria Muhammadu Buhari mengatakan Selasa (14/4) pemerintahannya akan melakukan apapun yang dapat dilakukan untuk menolong lebih dari 200 anak perempuan yang ditangkap militan Islamis setahun yang lalu.

Pada hari genapnya setahun lalu penculikan itu, Buhari mengecam usaha pemerintah yang sekarang untuk mencari anak perempuan itu, dengan mengatakan pemerintahannya “akan bertindak dengan cara yang berbeda dari cara pemerintah yang kami gantikan.” Ia mengatakan pada hari ia dilantik, militan Boko Haram akan mengetahui “kekuatan kemauan kolektif kita.”

Buhari memenangkan pemilu baru-baru ini sebagian dengan menjanjikan akan berbuat lebih banyak untuk memerangi militan Islamis.

Sebelumnya, pemenang hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai mengecam Nigeria atas kegagalan menolong anak perempuan tersebut. Namun, ia mengatakan sekarang ada “alasan untuk berharap dan optimisme.”

Dalam sepucuk surat kepada anak-anak perempuan itu hari Senin, aktivis Pakistan itu mengatakan “pasukan Nigeria sedang merebut kembali wilayah dan melindungi sekolah-sekolah. Presiden Nigeria yang baru terpilih, Muhammadu Buhari, telah bertekad untuk membuat pengamanan kebebasanmu prioritas utama, dan berjanji pemerintahannya tidak akan mentolerir kekerasan terhadap wanita dan anak perempuan.”

Dalam perkembangan lain, Amnety International mengeluarkan laporan baru hari Selasa yang mengatakan sedikitnya 2.000 wanita dan anak perempuan telah diculik oleh Boko Haram sejak awal tahun 2014. Amnesty mengatakan banyak telah dipaksa menjadi budak seks dan dipaksa turut dalam serangan bersenjata.

XS
SM
MD
LG