Tautan-tautan Akses

Presiden Terpilih Korsel Ingatkan Ancaman dari Korut


Presiden terpilih Korea Sletan, Park Geun-hye berpidato dalam sebuah jumpa pers di kantor Partai Saenuri di Seoul (20/12).

Presiden terpilih Korea Sletan, Park Geun-hye berpidato dalam sebuah jumpa pers di kantor Partai Saenuri di Seoul (20/12).

Presiden terpilih Korea Selatan, Park Geun-hye, berjanji akan menjadikan keamanan nasional sebagai prioritas dan memperingatkan warganya terkait ancaman dari Korea Utara, Kamis (20/12).

Dalam pidato besar pertamanya sejak terpilih Rabu (19/12), Park mengatakan, peluncuran roket Pyongyang baru-baru ini menunjukkan keseriusan ancaman yang dihadapi negaranya. Ia juga menyiratkan kemungkinan keterlibatan lebih besar dengan Korea Utara.

Park Geun-hye, anggota parlemen berhaluan konservatif, hari Rabu terpilih sebagai perempuan pertama yang berhsail memenangkan pemilu presiden di Korea Selatan. Park mengatakan akan berusaha memperbaiki hubungan dengan Pyongyang, namun ragu untuk melakukannya sebelum Korea Utara membuat konsesi mengenai program nuklirnya.

Malcolm Cook, analis masalah Asia Timur di Universitas Flinders, Australia, mengatakan kepada VOA bahwa Park mengambil pendekatan yang lebih mengakomodir Korea Utara dibanding pendahulunya, Presiden Lee Myung-bak. Menurut Cook, bukan tidak mungkin, dalam tahun pertama masa jabatannya, Korea Selatan akan memiliki komitmen untuk memberikan lebih banyak bantuan untuk Korea Utara dan berusaha untuk mengadakan pertemuan antara pemimpin kedua Korea.

Park, putri mendiang penguasa militer Park Chung-hee, meraih 51, 6 persen suara dalam pemilu Rabu, sementara saingannya, Moon Jae-in, memperoleh 48 persen suara.

Sebelum menyampaikan pidatonya hari Kamis, Park mengunjungi makam ayah dan ibunya, keduanya tewas dibunuh.
XS
SM
MD
LG