Tautan-tautan Akses

Presiden Taiwan Desak Tiongkok dan Jepang Akhiri Sengketa Kepulauan

  • Ralph Jennings

Presiden Taiwan Ma Ying-jeou menginginkan pembicaraan dengan Jepang dan Tiongkok atas kepulauan Senkaku yang disengketakan dan kini dikuasai Jepang (foto: dok).

Presiden Taiwan Ma Ying-jeou menginginkan pembicaraan dengan Jepang dan Tiongkok atas kepulauan Senkaku yang disengketakan dan kini dikuasai Jepang (foto: dok).

Presiden Taiwan Ma Ying-jeou mendesak Tiongkok dan Jepang untuk mengakhiri sengketa kepulauan mereka dan berbagi sumber daya alam di laut yang mereka perebutkan itu.

Presiden Taiwan Ma Ying-jeou berbicara dalam sebuah konferensi pers Kamis bahwa Taiwan, Tiongkok, dan Jepang seharusnya mengesampingkan perselisihan, tanpa melepaskan kedaulatan masing-masing. Mengulangi imbauannya untuk damai, yang pertama kali dicetuskan pada bulan Agustus, Presiden Taiwan mengatakan bahwa yang menjadi inti sengketa adalah sumber-sumber daya alam itu, dan bisa dibagi bersama.

Ia mengatakan, tidak ada satu pun yang akan mundur dari klaim kedaulatan, tetapi sumber-sumber daya alam itu masih bisa dibagi bersama dalam situasi tertentu. Ia mengatakan, inisiatif damainya itu tidak hanya menekankan bahwa tidak ada tuntutan kedaulatan yang akan terpengaruh, tetapi juga memungkinkan semua pihak menyingkirkan perselisihan mereka dan melakukan pembicaraan terkait sumber-sumber alam.

Taiwan menyebut pulau kecil itu Tiaoyutai, Tiongkok menyebutnya Diaoyu, dan disebut Senkaku oleh Jepang. Siapapun yang menguasai kepulauan kecil itu, juga berkuasa atas perairan luas di sekitarnya. Kepulauan tak berpenghuni yang terletak 220 kilometer dari Taipei itu, kaya ikan dan diperkirakan mengandung minyak bumi dan mungkin terletak dekat endapan gas alam.

Sengketa kepemilikan memanas tahun lalu, setelah Jepang membeli kepulauan kecil itu dari pemiliknya. Sejak itu, kapal-kapal Jepang dan Tiongkok sering berhadapan di sana. Pegiat Taiwan juga telah berkunjung ke wilayah itu untuk memperkuat klaim mereka.

Presiden Ma, yang menduduki jabatan presiden kedua kalinya atau yang terakhir, dikecam di dalam negeri karena kebijakan luar negerinya dianggap kurang berhasil. Namun, dalam konferensi pers itu ia mengakui bahwa Tiongkok membatasi gerak diplomatik Taiwan dan bahwa Taiwan tidak punya hubungan resmi dengan Jepang, membuatnya sulit untuk mengadakan pembicaraan tiga pihak.

Raymond Wu, direktur pelaksana konsultan politik yang berkantor pusat di Taipei mengatakan, karena Tiongkok membatasi diplomasi Taiwan, tak satupun akan mengambil inisiatif damai itu dengan serius. Masalah itu terkatung-katung sejak Agustus lalu.

Tiongkok mengklaim Taiwan yang berpemerintahan sendiri itu, sebagai wilayahnya sejak tahun 1940-an dan merintangi 170 sekutunya di seluruh dunia untuk mengadakan hubungan resmi dengan Taiwan.

Hubungan Taiwan dan Tiongkok tampak membaik sejak Ma menjabat sebagai presiden tahun 2008, dan Taiwan punya hubungan baik dengan Jepang. Namun, kedua negara itu belum menanggapi usul damai Presiden Ma.
XS
SM
MD
LG