Tautan-tautan Akses

Presiden Suriah Ikut Berpawai di Damaskus Bersama Pendukungnya


Presiden Suriah, Bashar al-Assad, berpidato di hadapan ribuan pendukungnya yang mengadaikan pawai di lapangan Umayyad, Damaskus (11/1).

Presiden Suriah, Bashar al-Assad, berpidato di hadapan ribuan pendukungnya yang mengadaikan pawai di lapangan Umayyad, Damaskus (11/1).

Dalam pawai pendukung pemerintah, Presiden Bashar al-Assad mengatakan bahwa pemerintahnya akan memenangkan perjuangan melawan “konspirasi” di balik kerusuhan.

Presiden Suriah Bashar al-Assad tampil di hadapan publik, memberitahu ribuan pendukungnya di Damaskus bahwa pemerintahnya akan memenangkan perjuangan atas apa yang disebutnya “konspirasi” di balik kerusuhan selama 10 bulan ini.

Sementara itu seorang reporter televisi Perancis menjadi wartawan Barat pertama yang tewas sejak kerusuhan terjadi 10 bulan lalu. France-2-Television mengatakan Gilles Jacquier tewas akibat serangan mortir atau roket di Homs, yang telah menjadi pusat pergolakan anti-Assad. Sedikitnya seorang wartawan asing lainnya dilaporkan luka-luka.

Kelompok HAM Suriah yang berbasis di Inggris memberitahu VOA bahwa tank pemerintah menembak sekelompok wartawan dan menimbulkan sejumlah korban. Menteri Luar Negeri Perancis Alain Juppe menyebut serangan itu “tindakan menjijikkan” dan menuntut penyelidikan.

Rabu pagi Presiden Assad – yang dikelilingi pengawal keamanan dan berpakaian santai – berbicara kepada kerumunan massa di Lapangan Omayyad Damaskus bahwa, ia memperoleh kekuatan dari kehadiran mereka. Ia mengatakan “patriot sejati” membela negaranya.

Pidato Assad itu disampaikan sehari setelah pidatonya melalui televisi, di mana ia bersumpah akan menggunakan “tangan besi” terhadap para teroris yang menurutnya memicu revolusi terhadap kepemimpinan selama 11 tahun.

PBB memperkirakan sedikitnya lima ribu orang tewas dalam pergolakan itu, banyak di antara mereka adalah demonstran damai yang diserang oleh pasukan keamanan Suriah. Lainnya tewas dalam pertempuran antara militer Suriah dan tentara pembelot yang bergabung dengan kelompok pemberontak dalam beberapa bulan terakhir ini.

Sebuah delegasi Liga Arab yang masuk ke Suriah untuk memantau pergolakan itu mendapat kecaman baru dari seorang mantan anggotanya. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Jazeera – Anwer Malek mengatakan ia keluar dari tim pemantau itu untuk memprotes apa yang disebutnya kejahatan perang pemerintah Suriah terhadap warganya.

Anwar Malek menggambarkan misi tim pemantau itu sebagai sebuah “lelucon” dan mengatakan pemerintah Suriah “mengatur” sebagian besar yang dilihat tim pemantau itu.

XS
SM
MD
LG