Tautan-tautan Akses

Presiden Sudan yang Tersangka Genosida Kembali Dilantik


Presiden Sudan, Omar al-Bashir, berpidato setelah dilantik oleh Majelis Nasional Sudan di Khartoum (2/6). (AP/Abd Raouf)

Presiden Sudan, Omar al-Bashir, berpidato setelah dilantik oleh Majelis Nasional Sudan di Khartoum (2/6). (AP/Abd Raouf)

Bashir telah memerintah Sudan selama 25 tahun. Negara itu bukan hanya terpukul oleh pemberontakan bersenjata, tetapi juga oleh sanksi-sanksi internasional.

Presiden Sudan Omar al-Bashir, yang diburu atas tuduhan genosida oleh Mahkamah Kejahatan Internasional, diambil sumpahnya hari Selasa (2/6) untuk masa jabatan lima tahun berikutnya.

Bashir berjanji akan memberantas korupsi, memperbaiki perekonomian dan mengembalikan hubungan dengan negara-negara Barat ke keadaan yang disebutnya wajar.

Ia juga bertekad akan menciptakan perdamaian di tiga daerah terpisah - Nil Biru, Darfur dan Kordofan - tempat kelompok-kelompok bersenjata berjuang untuk menggulingkan pemerintahnya. Presiden mengulangi tawarannya mengenai amnesti menyeluruh bagi pemberontak bersenjata yang mengikuti pembicaraan perdamaian.

Bashir telah memerintah Sudan selama 25 tahun. Negara itu bukan hanya terpukul oleh pemberontakan bersenjata, tetapi juga oleh sanksi-sanksi internasional dan hilangnya penghasilan dari minyak sewaktu Sudan Selatan merdeka.

Mahkamah Kejahatan Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan global terhadap Presiden Bashir, yang didakwa melakukan kejahatan perang dan genosida karena mengirim tentara dan mendukung milisi Arab untuk mengakhiri pemberontakan bersenjata di Darfur pada tahun 2003.

PBB menyatakan pertempuran di negara miskin itu telah menewaskan 300 ribu orang dan membuat lebih dari dua juta orang mengungsi. Kebanyakan korban adalah warga sipil.

XS
SM
MD
LG