Tautan-tautan Akses

Presiden Sudan Selatan dan Panglima Pemberontak Sepakati Perdamaian


Presiden Sudan Selatan Salva Kiir (kiri) berjabat tangan dengan pemimpin pemberontak Riek Machar (kanan) dalam pembicaraan perdamaian sebelumnya (21/1).

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir (kiri) berjabat tangan dengan pemimpin pemberontak Riek Machar (kanan) dalam pembicaraan perdamaian sebelumnya (21/1).

Lebih dari setahun pertempuran telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang dan kira-kira 1,5 juta orang mengungsi di negara yang kaya minyak itu.

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan panglima pemberontak Riek Machar telah menandatangani persetujuan, yang menjanjikan pengakhiran konflik yang telah menghancurkan negara itu.

Persetujuan gencatan senjata itu ditandatangani Senin (2/2) dalam pembicaraan di Addis Ababa, Ethiopia, dengan bantuan para penengah dari blok Afrika Tengah (IGAD).

Kedua belah pihak tidak mengungkapkan rincian persetujuan itu tetapi mengatakan keduanya akan bertemu lagi mulai 20 Februari untuk merampungkan rinciannya. Kedua pihak sebelumnya telah menandatangani paling sedikit tiga persetujuan perdamaian yang dengan segera dilanggar.

Lebih dari setahun pertempuran telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang dan kira-kira 1,5 juta orang mengungsi di negara yang kaya minyak itu.

Mediator IGAD Seyoum Mesfin mengatakan siapapun yang melanggar persetujuan terbaru ini akan dilaporkan kepada Dewan Keamanan PBB dan Uni Afrika.

Kedua organisasi telah mencancam sanksi terhadap orang-orang yang merongrong perdamaian di Sudan Selatan, negara terbaru di dunia.

XS
SM
MD
LG