Tautan-tautan Akses

Presiden Sementara Ukraina Serukan Rusia untuk Hentikan Aksi Provokasi


Presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov (Foto: dok).

Presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov (Foto: dok).

Oleksandr Turchynov, presiden sementara Ukraina, menyerukan pada presiden Rusia Vladimir Putin supaya menghentikan "aksi-aksi provokasi" di Semenanjung Krimea di Laut Hitam.

Presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov mengatakan tindakan Rusia hari Jumat (28/2) adalah “agresi terang-terangan” dan menyebutnya seperti peristiwa yang memulai serbuan Rusia tahun 2008 ke Abkhazia, sebuah kawasan pro-Rusia di Georgia.

Pejabat menteri dalam negeri Ukraina, Arsen Avakov mengatakan, tentara Rusia telah mengambil-alih dua bandara utama di Krimea, dan ini, katanya adalah “invasi militer.”

Juga ada laporan tentang pasukan Rusia yang mengepung stasiun televisi pemerintah di Simferopol. Seorang pejabat Ukraina mengatakan 2.000 orang tentara Rusia telah mendarat di sebuah pangkalan militer dekat ibukota.

Kantor berita Associated Press mengutip pasukan penjaga perbatasan Ukraina yang mengatakan, sebuah pangkalan penjaga pantainya dikepung oleh 30 orang marinir Rusia.

Peristiwa itu terjadi satu hari setelah orang-orang bersenjata merebut kantor-kantor pemerintah di kawasan Ukraina yang punya hubungan erat dengan Rusia. Kemudian orang-orang bersenjata itu menaikkan bendera Rusia diatas kantor-kantor pemerintah itu.

Sementara itu, Amerika mengatakan, pejabat-pejabat Amerika dan Eropa mungkin tidak akan menghadiri konperensi puncak ekonomi G-8 yang akan diadakan di Sochi apabila Rusia mengadakan intervensi militer di Ukraina.

Kata seorang pejabat tinggi Amerika, hubungan dagang dan berbagai proyek komersial lainnya dengan Rusia mungkin akan dibatalkan. Presiden Obama mengatakan Rusia harus membayar mahal kalau melakukan tindakan militer di Ukraina. Tiap pelanggaran kedaulatan Ukraina oleh Rusia akan sangat menggoyahkan kawasan itu.

Kata Obama lagi, Amerika sangat prihatin mendengar laporan-laporan tentang gerakan militer Rusia di semenanjung Krimea, dan mengatakan, rakyat Ukraina punya hak untuk menentukan masa depan sendiri.
XS
SM
MD
LG