Tautan-tautan Akses

SBY: Elektabilitas Demokrat Terus Meningkat Jelang Pemilu Legislatif 2014


Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam debat konvensi calon presiden Partai Demokrat di Bogor, Minggu, 2 Maret 2014 (VOA/Andylala)

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam debat konvensi calon presiden Partai Demokrat di Bogor, Minggu, 2 Maret 2014 (VOA/Andylala)

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono optimistis elektabilitas (tingkat keterpilihan) partainya meningkat menjelang Pemilu 2014 pada 9 April mendatang.

Saat menghadiri debat konvensi calon presiden Partai Demokrat di Bogor Minggu (2/3), Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono memastikan masyarakat tidak membutuhkan tokoh populer, tapi calon presiden yang memiliki kapabilitas sangat baik.

"Good news. Selama ini survei yang muncul mengatakan elektabilitas Demokrat begitu rendah dibandingkan sejumlah partai yang begitu tingginya. Minggu lalu, saya dapatkan hasil survei lembaga yang kredibel, dari seluruh daerah yang disurvei, angkanya membawa kebahagiaan bagi Demokrat Memang dalam survey itu yang dilaksanakan 10 hari yang lalu selama 1 minggu, Demokrat masih nomor 3. Nomor 1 dan 2 dari partai lain. Tetapi jaraknya tidak menyeramkan. Saya yakin elektabilitas kita bisa meningkat lagi, sebelum tanggal 9 April 2014 nanti," kata Presiden Yudhoyono.

Mengenai konvensi calon presiden Partai Demokrat, presiden Yudhoyono mengatakan bahwa konvensi ini berupaya untuk memperkenalkan kepada masyakarat semua calon presiden yang akan berkompetisi dalam pemilu nanti.

Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie kepada VOA Senin (3/3) yakin Demokrat dengan Presiden Yudhoyono selaku Presiden RI dua periode, telah memberikan bukti konkret yang bisa menjadi pertimbangan pilihan politik masyarakat. Meski menurutnya, Demokrat selalu diidentikan sebagai sarang koruptor namun dirinya meyakini pada akhirnya rakyat yang menentukan.

"Nah memang kalau dilihat di lapangan sih antusias, masih banyak ya (rakyat yang milih Demokrat). Apalagi kita (para kader partai) pada turun menjelaskan kepada rakyat tentang posisi Demokrat khususnya menyangkut isu pemberantasan korupsi. Karena yang menjadi isu utama itu korupsi," kata Marzuki.

"Bahwa partai Demokrat sarang koruptor, itu yang menghancurkan kredibilitas partai. Tetapi kami yakin bahwa masyarakat sudah cerdas dam menilai sesuatu. Sebenarnya Demokrat dengan SBY selaku Presiden sudah memberikan fakta dan bukti. Bahwa ada kekurangan-kekurangan itulah yang namanya manusia yang tidak sempurna," lanjutnya.

Pengamat politik dari Charta Politika Arya Fernandez mengakui dalam survey yang dilakukan Charta Politika sebelumnya, terjadi persaingan yang cukup ketat antara Partai Gerindra dengan Partai Demokrat di posisi ketiga dan keempat. Namun menurutnya seiring dengan berjalannya waktu hingga Pemilu Legislatif 9 April nanti, situasi pilihan politik masyarakat tentunya akan mengalami perubahan.

"Kalau dari data survey yang kita miliki, data survey di posisi ketiga dan keempat memang tengah bersaing partai Gerindra dan Demokrat. Angkanya sangat tipis diantara kedua partai itu. Tetapi saya kira memang Demokrat akan mengalami rebound ya menjelang April mendatang. Karena sebagai partai penguasa tentu demokrat tidak mau kehilangan muka dengan terlempar dari tiga besar di pemilu nanti. Tetapi data survey tentu akan fluktuatif ya," kata Arya Fernandez.

Sementara itu pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro tidak yakin dengan posisi perolehan suara di pemilu legislatif 9 April mendatang di posisi tiga besar. Hal ini menurutnya terkait dengan terlibatnya beberapa pengurus kader partai dalam kasus korupsi dan juga tentunya dengan kinerja Presiden SBY selama dua periode.

"Saya pribadi kurang yakin ya (demokrat) dapat masuk tiga besar. Partai Demokrat bisa lolos di posisi menengah itu sudah bagus ya. Kisaran (posisi) lima atau tujuh itu sudah bagus. Karena tidak tertutupkemungkinan penurunannya akan tajam seiring dengan kasus-kasus hukum yang dihadapi para kader. Dan juga terkait dengan kinerja Pemerintah saat ini juga memberikan kontribusi perolehan suara partai demokrat di pemilu 2014," kata Siti Zuhro.

Siti Zuhro berpandangan perilaku pemilih di pemilu ini sudah semakin cerdas dalam menentukan pilihan dibanding pemilu-pemilu sebelumnya pada tahun 1999, 2004 dan 2009.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG