Tautan-tautan Akses

Presiden SBY Kutuk Penyiksaan TKI di Hong Kong


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk kasus penyiksaan seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia oleh majikannya di Hong Kong. (Foto: Dok)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk kasus penyiksaan seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia oleh majikannya di Hong Kong. (Foto: Dok)

Presiden Yudhoyono mengatakan telah berkomunikasi dengan para pemimpin Hong Kong untuk menjamin lingkungan bekerja yang baik bagi pekerja Indonesia di sana.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutarakan kekhawatiran dan kemarahannya atas dugaan penyiksaan seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia oleh majikannya di Hong Kong.

Dalam panggilan telepon kepada Erwiana Sulistyaningsih dan ayahnya, Rohmad Saputra, Presiden Yudhoyono juga berjanji membantu keduanya mengatasi penderitaan mereka.

Pada Senin (20/1), polisi Hong Kong menahan seorang perempuan berusia 44 tahun terkait dengan dugaan tindakan yang brutal. Sehari sebelumnya, ribuan pembantu rumah tangga dan para pendukung mereka berdemonstrasi di Hong Kong karena kasus tersebut.

"Pak Rohmad, saya sedih dan prihatin karena tragedi ini terjadi pada anak Anda," ujar Presiden Yudhoyono, dengan menambahkan bahwa kasus ini membuatnya marah.

Panggilan telepon ini dilakukan sebelum para penyelidik polisi Hong Kong menanyai Erwiana, 23, yang kembali ke Indonesia awal bulan ini dan dirawat di sebuah rumah sakit di Sragen, Jawa Tengah.

"Percayalah, hukum akan ditegakkan," ujar Presiden. Para wartawan diizinkan ada di ruangan ketika panggilan telepon dilakukan.

Presiden Yudhoyono mengatakan ia telah berkomunikasi beberapa kali dengan para pemimpin Hong Kong untuk menjamin lingkungan bekerja yang baik bagi pekerja Indonesia di sana.

Kasus ini menarik perhatian setelah menyebarnya foto-foto minggu lalu di kalangan warga Indonesia di Hong Kong mengenai luka-luka Erwiana, yang memperlihatkan wajah, tangan dan kakinya penuh kudis dan koyakan, dan kulit yang menghitam di sekitar kakinya. (AP)
XS
SM
MD
LG