Tautan-tautan Akses

Presiden Rusia Perintahkan Penyelidikan Kecurangan Pemilu


Presiden Rusia Dmitry Medvedev (foto: dok).

Presiden Rusia Dmitry Medvedev (foto: dok).

Presiden Rusia Dmitry Medvedev hari Minggu memerintahkan penyelidikan tuduhan kecurangan dalam pemilu parlemen pekan lalu.

Pengumuman itu dikeluarkan sehari setelah puluhan ribu orang berdemonstrasi di Moskow dan kota-kota lain untuk menuntut pemilu yang dimenangkan oleh partai Rusia Bersatu yang berkuasa pimpinan Perdana Menteri Vladimir Putin dibatalkan dan diulang kembali.

Dalam tulisannya di media sosial Facebook, Medvedev mengatakan bahwa walaupun ia tidak setuju dengan semboyan-semboyan atau pidato yang diucapkan dalam demonstrasi itu, ia telah memberi instruksi untuk memeriksa semua informasi dari TPS, mengenai pematuhan undang-undang pemilu.

Dalam beberapa menit setelah ucapannya, Medmedev telah menerima lebih dari 1.000 komentar di situs Facebook-nya, sebagian besar marah dan sebagian dengan tidak hormat. “Tak tau malu !” “Kami tidak percaya padamu !” Demikian komentar yang umum.

Presiden dan Putin tidak tampak oleh umum dalam beberapa hari ini, sementara aktivis demonstrasi berusaha memanfaatkan tentangan terhadap hasil pemilu itu. Para pengeritik menuduh partai Rusia Bersatu Putin terlibat dalam kecurangan yang meluas dan penyimpangan-penyimpangan lain.

Rapat umum hari Sabtu di Moskow, St.Petersburg dan kota-kota di timur jauh Khabarovsk dan Vladivostok adalah yang terbesar melanda Rusia sejak pergolakan tahun 1990-an dan umumnya damai. Namun, protes di Moskow dan St Petersburg pekan lalu menimbulkan kehadiran polisi secara besar-besaran dan penangkapan ratusan demonstran.

XS
SM
MD
LG