Tautan-tautan Akses

Pemberontak Kuasai Ibukota, Presiden Republik Afrika Tengah Tinggalkan Bangui


Presiden Republik Afrika Tengah Francois Bozizesaar memberikan sambutan di istana Presiden di Bangui (Foto: dok). Para pemberontak menguasai ibukota, memaksa Presiden Bozize meninggalkan Bangui, Minggu pagi (24.3).

Presiden Republik Afrika Tengah Francois Bozizesaar memberikan sambutan di istana Presiden di Bangui (Foto: dok). Para pemberontak menguasai ibukota, memaksa Presiden Bozize meninggalkan Bangui, Minggu pagi (24.3).

Para pemberontak di Republik Afrika Tengah menguasai ibukota sehingga memaksa Presiden Francois Bozize meninggalkan Bangui, Minggu (24/3).

Para saksi melaporkan, pertempuran hebat berlangsung di kota itu Minggu pagi (24/3) saat pemberontak menerobos masuk dalam upaya mengambil alih istana presiden.

Pihak berwenang tidak secara resmi mengungkapkan kemana Presiden Bozize melarikan diri. Kantor berita Reuters mengutip seorang penasehat presiden yang tidak disebut namanya yang mengatakan bahwa presiden tersebut lari ke Republik Demokratik Kongo Minggu pagi.

Para pemberontak awalnya mencoba memasuki Bangui, Sabtu, dengan mengabaikan seruan perdana menteri Republik Afrika Tengah untuk melangsungkan pembicaraan demi menghindari pertumpahan darah.

Sebelumnya Sabtu, dalam wawancara dengan VOA, jurubicara pemerintah mengatakan, PM Nicolas Tiangaye meminta para anggota aliansi pemberontak Seleka untuk berkomunikasi dengan pemerintah persatuan nasional untuk mencari solusi damai. Namun para pemberontak Seleka mengatakan, satu-satunya yang mereka ingin rundingkan adalah pengunduran diri Bozize.
XS
SM
MD
LG