Tautan-tautan Akses

Presiden Perancis Minta Yunani Tetap Dalam Zona Euro


Perdana Menteri Yunani Francois Hollande (kanan) dan Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras di Istana Elysee. (Foto: AP)

Perdana Menteri Yunani Francois Hollande (kanan) dan Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras di Istana Elysee. (Foto: AP)

Pemimpin Yunani didesak untuk memastikan reformasi ekonomi yang dilakukan bisa ditanggung oleh rakyat negara tersebut.

Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan Yunani harus tetap berada dalam zona mata uang Euro dan mendesak pemimpin-pemimpin Yunani untuk memastikan reformasi ekonomi yang mereka berlakukan bisa ditanggung oleh rakyat Yunani.

Hollande bertemu dengan Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras di Paris Sabtu (25/8) untuk membicarakan rencana penyelamatan negara itu. Presiden Yunani mengatakan Yunani harus memperlihatkan kredibilitas rencananya yang akan membebaskan Yunani dari kesulitan ekonomi.

Samaras mengatakan Sabtu, ia yakin Yunani akan tetap bertahan di zona euro. Tetapi ia memberi tahu rekan-rekannya, pemimpin Eropa, bahwa Yunani butuh waktu lebih banyak untuk memberlakukan potongan belanja besar-besaran yang didesakkan Uni Eropa sebagai imbalan bagi bantuan finansial.

Pertemuan di Paris terjadi menyusul pembicaraan Samaras di Belin Jumat dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Baik Merkel maupun Hollande mengatakan mereka akan menunggu laporan kemajuan dari usaha reformasi Yunani, yang akan diterbitkan bulan depan, sebelum memutuskan apakah permohonan Yunani untuk waktu dua tahun bagi pemenuhan sasaran finansialnya akan dipenuhi.

Meskipun menghadapi pengangguran sebanyak 23 persen dan resesi yang sudah berlangsung lima tahun, Yunani, kata Samaras bisa bertahan sampai Oktober. Tetapi sesudah itu, Yunani bergantung pada paket penyelamatan ekonomi.
XS
SM
MD
LG